Tak Hanya Siswa, Disdikbud Bontang Bidik Perubahan Perilaku Seluruh Warga Sekolah Lewat Adiwiyata

sinarkaltim.id

Workshop Adiwiyata untuk Guru-guru/(istimewa)

BONTANG – Program Adiwiyata yang digencarkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang kini tidak lagi hanya menyasar siswa, tetapi juga mendorong perubahan perilaku seluruh warga sekolah, mulai dari guru hingga orang tua.

Kepala Disdikbud Bontang, Abdu Safa Muha, menegaskan bahwa keberhasilan program lingkungan tidak bisa hanya bergantung pada siswa semata.

“Kalau hanya siswa yang bergerak, hasilnya tidak akan maksimal. Harus ada keterlibatan semua pihak di sekolah, termasuk guru dan orang tua,” ujarnya, dihubungi Senin (13/4/2026)

Baca Juga  Peningkatan Wirausaha Muda Jadi Strategi Dispora Kukar Dukung Pertumbuhan Ekonomi

Menurutnya, Adiwiyata dirancang sebagai gerakan bersama yang membentuk kebiasaan kolektif, bukan sekadar program formal yang dijalankan saat penilaian.

“Lingkungan sekolah itu ekosistem. Jadi yang kami bangun adalah budaya bersama, bukan kegiatan sesaat,” jelasnya.

Dalam pelaksanaannya, Disdikbud mendorong sekolah menyediakan fasilitas pendukung seperti tempat sampah terpilah, sekaligus membiasakan seluruh warga sekolah untuk disiplin dalam penggunaannya. Kebiasaan ini diharapkan terbawa hingga ke lingkungan rumah.

Baca Juga  Kukar Siap Masifkan Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni, Sekda Hadiri Rakornis di Kemendagri

“Sejak di sekolah, kebiasaan ini harus terbentuk. Harapannya, anak-anak juga bisa mempengaruhi lingkungan keluarganya,” tambahnya.

Selain itu, pengelolaan sampah juga diarahkan menjadi aktivitas produktif yang melibatkan banyak pihak. Mulai dari pengolahan sampah organik menjadi pupuk hingga pemanfaatan sampah nonorganik menjadi produk bernilai.

Disdikbud juga menargetkan pembentukan bank sampah di setiap sekolah sebagai pusat aktivitas bersama dalam pengelolaan limbah.

Baca Juga  Pemerintah Kukar Fokus Pelestarian Jembatan Besi Tenggarong, Pindahkan Lokasi Pembangunan Jembatan Baru

“Bank sampah ini jadi ruang kolaborasi. Di situ semua bisa terlibat, bukan hanya siswa,” katanya.

Ia menyebut, beberapa sekolah di Bontang sudah menunjukkan hasil positif dalam membangun budaya peduli lingkungan secara menyeluruh. Ke depan, pola ini akan diperluas agar semakin banyak sekolah mampu mandiri.

“Yang sudah berjalan baik akan jadi contoh. Kita ingin semua sekolah bisa sampai ke tahap itu,” pungkasnya.

تحميل...

Baca Juga

Bagikan:

Tinggalkan komentar