Samarinda — DPRD Kota Samarinda menyebut rencana rehabilitasi sekolah pada 2027 masih akan didominasi pekerjaan perbaikan ringan karena keterbatasan kemampuan fiskal daerah.
Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Novan Syahronny Pasie, mengatakan rehabilitasi dengan kategori berat saat ini diprioritaskan bagi sekolah-sekolah yang mengalami kerusakan akibat bencana. Pernyataan tersebut disampaikan Novan saat ditemui awak media di Gedung DPRD Kota Samarinda, Jumat (3/7/2026).
“Rehabilitasi sekolah saat ini hanya ringan. Kalau rehabilitasi berat hanya sekolah-sekolah yang terkena dampak bencana,” kata Novan.
Novan mencontohkan, rehabilitasi sekolah akibat bencana sebelumnya dilakukan di SMP Negeri 2 dan SMP Negeri 5 Samarinda. Menurutnya, proses perbaikan di kedua sekolah tersebut saat ini telah memasuki tahap penyelesaian.
“Yang tahun ini terjadi kan yang bencana di SMP 2 dan SMP 5 kemarin. Sudah dalam tahap penyelesaian jadi sudah clear,” ujarnya.
Sementara itu, Novan menyebut perbaikan di sekolah-sekolah lainnya masih difokuskan pada rehabilitasi ringan, seperti pembenahan plafon, ruang kelas, dan sejumlah fasilitas pendukung lainnya.
“Kalau mau bicara rehab langsung beratnya belum ada. Karena bicara masalah keterbatasan kondisi fiskal kita ini harus betul-betul dipaskan,” katanya.
Ia menjelaskan, usulan rehabilitasi sekolah pada 2027 masih didominasi pembangunan dan perbaikan sarana serta prasarana di tingkat SD, mengingat jumlah SD di Kota Samarinda jauh lebih banyak dibandingkan SMP.
“Yang paling banyak usulannya di sapras SD, karena SD jumlahnya lebih banyak daripada SMP,” ucapnya.
Novan mengungkapkan sekitar 35 SD di berbagai wilayah Samarinda diproyeksikan menerima rehabilitasi ringan pada 2027. Sementara itu, untuk jenjang SMP, jumlah sekolah yang direncanakan mendapat perbaikan serupa mencapai sekitar 15 unit.
“Kurang lebih totalnya ada 35 SD yang diproyeksikan akan dilakukan perbaikan ringan di seluruh Samarinda. Kalau total rehabilitasi SMP sendiri cuma 15 sekolah,” katanya.
Ia menyebut alokasi anggaran yang disiapkan untuk program rehabilitasi sekolah masih berada di kisaran Rp50 miliar. Menurutnya, nilai tersebut masih jauh dari angka ratusan miliar rupiah.
“Anggaran mereka enggak sampai seratusan miliar, 50-an miliar aja,” tuturnya.
Meski demikian, Novan menegaskan seluruh rencana rehabilitasi tersebut masih sebatas usulan dalam perencanaan tahun anggaran 2027. Karena itu, pelaksanaannya masih menunggu proses pembahasan dan belum dapat dipastikan seluruhnya akan terealisasi.
“2027 usulannya, dan mudah-mudahan terealisasi. Kan usulan, masih belum semua,” tutupnya. (adv/ dprd samarinda)




