Kuota Siswa Inklusi di Bontang Disesuaikan Jumlah Rombel, Dinilai Lebih Adil

sinarkaltim.id

Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bontang, Saparudin/ (Istimewa)

BONTANG – Pemerintah Kota Bontang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bontang (Disdikbud) menetapkan skema penyesuaian kuota siswa inklusi berdasarkan jumlah rombongan belajar (rombel) di masing-masing sekolah.

Kebijakan ini dinilai lebih adil dan proporsional karena mempertimbangkan kapasitas tiap sekolah dalam menerima siswa inklusi. Sekretaris Disdikbud Bontang, Saparudin, menjelaskan bahwa setiap rombel hanya akan diisi satu siswa inklusi.

Baca Juga  Disdikbud Bontang Dorong Kolaborasi Sekolah dan Orang Tua Tekan Risiko Pelajar Bawa Motor

“Jumlah siswa inklusi akan disesuaikan dengan jumlah rombel di sekolah,” ujarnya, Selasa (07/04/2026).

Menurutnya, sekolah dengan jumlah rombel lebih banyak otomatis memiliki kuota siswa inklusi yang lebih besar. Dengan skema ini, distribusi siswa dinilai lebih merata dan tidak membebani sekolah tertentu.

Selain itu, kebijakan ini juga mempertimbangkan kemampuan guru dalam memberikan pendampingan. Dengan jumlah yang terukur, proses pembelajaran diharapkan tetap berjalan optimal bagi seluruh siswa.

Baca Juga  Kepala Disdikbud Bontang Ajak Warga Manfaatkan SKB, Tegaskan Pendidikan Gratis dan Inklusif

“Kualitas pembelajaran harus tetap terjaga. Tidak boleh terganggu oleh keterbatasan,” tambahnya.

Disdikbud Bontang juga terus mendorong peningkatan kesiapan sekolah melalui pelatihan guru serta penyediaan sarana dan prasarana pendukung pendidikan inklusif.

“Kebijakan ini akan terus dilakukan dan disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan,” pungkasnya.

تحميل...

Baca Juga

Bagikan:

Tinggalkan komentar