SAMARINDA – DPRD Kota Samarinda menilai proyek kolam retensi Sempaja masih belum terintegrasi secara optimal, meskipun anggaran yang digelontorkan mengalami peningkatan cukup besar.
Panitia Khusus (Pansus) LKPJ mencatat adanya kenaikan anggaran dari Rp19 miliar menjadi Rp28 miliar. Namun, peningkatan tersebut dinilai belum diikuti dengan kesiapan sistem pendukung secara menyeluruh.
Ketua Pansus LKPJ, Achmad Sukamto, mengatakan salah satu persoalan utama adalah belum tersedianya fasilitas pendukung seperti pompa yang berperan penting dalam fungsi pengendalian banjir, Senin (4/5/2026).
“Ini yang menjadi catatan kami. Anggaran bertambah, tapi belum sepenuhnya terintegrasi,” ujarnya.
Ia juga menilai, perencanaan yang kurang matang berpotensi membuat proyek tidak efektif dalam menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya dalam mengatasi persoalan banjir.
Menutup pernyataannya, Sukamto juga menyampaikan pentingnya perhitungan anggaran yang cermat agar setiap tambahan biaya benar-benar memberikan dampak signifikan.
“Jangan sampai anggaran terus bertambah, tapi hasilnya belum optimal,” pungkasnya.
Hal ini akan menjadi bagian dari rekomendasi DPRD dalam evaluasi kinerja pemerintah daerah, dengan harapan ke depan setiap proyek dapat dirancang secara terintegrasi dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.



