Anhar: Pencegahan Narkoba di Kalangan Pelajar Harus Libatkan Semua Pihak

sinarkaltim.id

Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Anhar (ist)

Samarinda – Komisi IV DPRD Kota Samarinda menyoroti dugaan 12 pelajar SMP di Samarinda yang dinyatakan positif narkoba. Persoalan tersebut dinilai membutuhkan penanganan bersama, tidak hanya dari sekolah, tetapi juga melibatkan orang tua, pemerintah daerah, hingga Badan Narkotika Nasional (BNN).

Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Anhar, mengatakan pihaknya akan meminta penjelasan dari Dinas Pendidikan terkait temuan tersebut. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi persoalan bersama karena pengawasan terhadap anak tidak dapat dibebankan hanya kepada satu pihak.

Baca Juga  Sengketa Lahan di Samarinda Kembali Mencuat, Aris: Kami Siap Memediasi

“Kami perlu meminta penjelasan kepada Dinas Pendidikan. Ini menjadi persoalan bersama karena pengawasan terhadap anak tidak mungkin hanya dilakukan oleh satu pihak,” kata Anhar, Jumat (21/8/2026).

Anhar menilai keterlibatan berbagai pihak sangat penting dalam mencegah penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar. Lingkungan sekolah dan keluarga dinilai memiliki peran strategis dalam memberikan pengawasan sekaligus pemahaman kepada anak mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba.

“Pencegahan harus dilakukan secara bersama-sama. Sekolah dan orang tua punya peran besar,” ujarnya.

Menurutnya, upaya pencegahan tidak cukup hanya dilakukan setelah ditemukan adanya pelajar yang terindikasi menggunakan narkoba. Edukasi dan pengawasan perlu dilakukan secara berkelanjutan agar para pelajar memiliki pemahaman sejak dini mengenai dampak penyalahgunaan narkotika.

Baca Juga  Daya Saing dan Budaya Daerah Digerakkan oleh Ekraf, Dispar Kukar Beri Dukungan Penuh

Anhar juga mendorong BNN untuk lebih aktif memberikan edukasi mengenai pencegahan penyalahgunaan narkoba, khususnya kepada kalangan pelajar. Edukasi tersebut dinilai penting untuk membangun kesadaran siswa sekaligus memperkuat peran sekolah dan keluarga.

Selain edukasi, Anhar menyebut pemeriksaan urine dapat menjadi salah satu opsi apabila dinilai efektif dan dilaksanakan dengan mekanisme yang tepat.

Baca Juga  Kolaborasi Klub dan Pelatih Kuat, SMPN 4 Bontang Konsisten Cetak Prestasi Basket

“Pemeriksaan urine bisa menjadi salah satu pilihan kalau memang dinilai efektif. Tujuan utamanya bukan sekadar mencari siswa yang positif, yang lebih penting adalah membangun pencegahan sejak dini,” jelasnya.

Ia berharap persoalan tersebut menjadi momentum bagi seluruh pihak untuk memperkuat sistem pencegahan narkoba di lingkungan pendidikan. Dengan sinergi antara sekolah, orang tua, pemerintah dan BNN, upaya melindungi pelajar dari penyalahgunaan narkoba dapat dilakukan secara lebih menyeluruh. (Adv/ DPRD Samarinda)

تحميل...

Baca Juga

Bagikan:

Topik

Tinggalkan komentar