Anhar Dorong Pembangunan SMP Baru, SPMB Samarinda Dinilai Butuh Solusi Jangka Panjang

sinarkaltim.id

Anggota DPRD Kota Samarinda, Anhar (ist)

Samarinda – Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Anhar, menyoroti persoalan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) yang masih berulang setiap tahun. Menurutnya, permasalahan utama bukan hanya pada sistem penerimaan, tetapi juga keterbatasan daya tampung sekolah yang belum sebanding dengan jumlah lulusan.

Saat ditemui di Kantor DPRD Kota Samarinda, Senin (6/7/2026), Anhar mengatakan setiap kecamatan memiliki persoalan berbeda. Salah satu yang paling terlihat adalah ketidakseimbangan antara jumlah lulusan SD atau MI dengan ketersediaan sekolah tingkat SMP.

Baca Juga  Target Prestasi Jangka Panjang, Dispora Kukar Prioritaskan Pelatihan untuk Pelatih dan Wasit Sepak Bola

“Memang sekarang ini yang menjadi kendala ada beberapa masalah yang dihadapi oleh anak-anak kita. Masing-masing kecamatan berbeda-beda permasalahannya. Ada tamatan MI atau SD, tetapi SMP-nya tidak mencukupi,” ujarnya.

Ia mencontohkan wilayah Palaran yang masih mengalami keterbatasan akses pendidikan. Sejumlah kawasan seperti Handil Bakti, pinggiran Rawa Makmur, dan Bukuan dinilai membutuhkan pembangunan sekolah baru karena banyak siswa kesulitan mendapatkan akses SMP terdekat.

Baca Juga  "BEM FISIP UNMUL Dorong Strategi Advokasi Mahasiswa Lewat Seminar Nasional"

Menurut Anhar, solusi tidak cukup hanya dengan menambah rombongan belajar (rombel) di sekolah yang sudah ada. Pemerintah perlu membangun unit sekolah baru agar pemerataan pendidikan dapat terwujud.

“Kalau saya jalannya harus bangun SMP. Begitu juga tingkat SMA harus bangun. Enggak bisa enggak, karena lulusan SMP itu ribuan orang, sementara daya tampung SMA masih terbatas,” katanya.

Ia juga menilai pemerintah perlu memperbaiki sinkronisasi data pendidikan, termasuk data pokok pendidikan (Dapodik), agar perencanaan pembangunan sekolah lebih tepat sasaran.

Baca Juga  DPRD Samarinda Tekankan MBG Bukan Sekadar Program Gizi, Tapi Penggerak Ekonomi

Anhar menegaskan, anggaran pendidikan harus menjadi prioritas pemerintah daerah. Menurutnya, dengan pengelolaan anggaran yang tepat, pemerintah masih memiliki kemampuan untuk memperluas fasilitas pendidikan, termasuk melalui kerja sama dengan sekolah swasta.

Ia berharap persoalan SPMB tidak terus berulang setiap tahun dan pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk memastikan seluruh anak Samarinda mendapatkan akses pendidikan yang layak. (Adv/ DPRD Samarinda)

تحميل...

Baca Juga

Bagikan:

Tinggalkan komentar