DPRD Samarinda Siapkan Perda Reklame, Kebocoran PAD dari Iklan Liar Disorot

sinarkaltim.id

Reklame di Kota Samarinda (ilustrasi)

SAMARINDA – DPRD Kota Samarinda tengah menyiapkan Peraturan Daerah (Perda) baru tentang reklame guna menekan kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD). Banyaknya papan iklan tanpa izin dinilai merugikan daerah sekaligus mengganggu ketertiban tata kota.

DPRD Kota Samarinda memberi perhatian serius terhadap pengelolaan reklame yang dinilai masih menyisakan banyak persoalan, mulai dari maraknya iklan liar hingga belum optimalnya kontribusi terhadap PAD.

Baca Juga  DPRD Samarinda Tekankan Pentingnya Sensus Ekonomi 2026 untuk Dasar Kebijakan Daerah

Melalui pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang reklame, legislatif ingin menutup celah hilangnya potensi pendapatan daerah sekaligus menata sistem iklan luar ruang agar lebih tertib dan terukur.

Ketua Komisi I DPRD Kota Samarinda, Samri Shaputra, mengatakan jumlah reklame yang berdiri di lapangan tidak sebanding dengan yang mengantongi izin resmi, Kamis (30/4/26).

Baca Juga  Tingkatkan Pendidikan, DPRD Samarinda Minta Guru Difasilitasi Lebih Baik

“Reklame itu ribuan jumlahnya, tapi yang berizin sangat sedikit. Artinya ada potensi PAD yang hilang dan ini harus kita benahi,” ujarnya.

Menurutnya, selama ini pemerintah kota masih mengandalkan peraturan wali kota sehingga pengawasan dan penindakan belum berjalan maksimal.

Samri menilai kehadiran perda akan menjadi dasar hukum yang lebih kuat dalam mengatur seluruh aktivitas reklame di Samarinda.

Baca Juga  Dispora Kaltim Dorong Efektivitas Administrasi Karang Taruna Melalui Bantuan Fasilitas

“Jangan sampai ruang kota dipenuhi reklame, tapi daerah tidak mendapatkan manfaat apa-apa,” tegasnya.

Selain itu, DPRD juga menyoroti sistem perizinan yang dinilai perlu dibenahi agar lebih sederhana tanpa mengurangi ketegasan aturan.

Perda tersebut diharapkan menjadi solusi jangka panjang untuk meningkatkan PAD sekaligus menata wajah kota. (*)

تحميل...

Baca Juga

Bagikan:

Tinggalkan komentar