BONTANG – SMP Negeri 1 Bontang resmi mengakhiri sistem belajar dua shift pada 2026, seiring peningkatan kapasitas sekolah setelah rampungnya pembangunan ruang kelas baru.
Kebijakan ini sekaligus memperkuat kesiapan menghadapi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran mendatang.
Kepala SMPN 1 Bontang, Riyanto, menyampaikan bahwa seluruh siswa kini mengikuti kegiatan belajar mengajar pada pagi hari tanpa pembagian jadwal seperti sebelumnya.
“Sudah digunakan, alhamdulillah semua masuk pagi,” ujarnya ujar Riyanto dihubungi, (Jumat, (10/4/2026)
Dengan total 27 ruang kelas yang kini tersedia, termasuk dua ruang multimedia, sekolah mampu menampung seluruh siswa secara optimal. Kondisi ini juga memungkinkan penambahan kapasitas untuk siswa baru.
Dalam PPDB 2026, SMPN 1 Bontang menyiapkan sembilan kelas untuk peserta didik baru. Sementara itu, kelas VIII dan IX masing-masing terdiri dari delapan rombongan belajar.
“Nantinya siswa baru ada sembilan kelas, sementara kelas VIII dan IX masing-masing delapan rombel,” jelasnya.
Sekolah menetapkan kapasitas ideal sebanyak 33 siswa per kelas agar proses belajar tetap nyaman dan kondusif. Dengan skema tersebut, total daya tampung mencapai 297 siswa.
Dari sisi tenaga pendidik, kebutuhan guru dinilai masih mencukupi. Pihak sekolah juga menjalin kerja sama dengan SMP Monamas sebagai langkah antisipasi jika terjadi kekurangan tenaga pengajar.
“Jika ada kekurangan guru, bisa dibantu dari SMP Monamas. Begitu juga sebaliknya,” tambahnya.




