Samarinda – Pemadaman listrik bergilir yang terjadi di sejumlah wilayah Kota Samarinda mendapat sorotan dari DPRD Kota Samarinda. Kondisi tersebut dinilai berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat dan pelaku usaha, terutama apabila pemadaman dilakukan tanpa pemberitahuan yang cukup kepada pelanggan.
Sekretaris Komisi I DPRD Kota Samarinda, Ronal Stephen Lonteng, meminta PLN meningkatkan sosialisasi apabila pemadaman listrik dilakukan secara terencana. Menurutnya, masyarakat perlu mendapatkan informasi lebih awal mengenai jadwal dan alasan pemadaman agar dapat melakukan persiapan.
“Kalau memang ada pemadaman, apalagi pemadaman yang terencana, PLN seharusnya bisa mensosialisasikan apa yang terjadi, agar masyarakat dapat mengetahui. Bukan dekat mau mati baru menginformasikan,” ujar Ronal, Rabu (26/8/2026).
Menurutnya, informasi yang disampaikan secara mendadak dapat menyulitkan masyarakat dalam menyesuaikan aktivitas. Kondisi tersebut juga berpotensi memberikan dampak lebih besar bagi pelaku usaha yang bergantung pada pasokan listrik untuk menjalankan kegiatan sehari-hari.
Ronal menegaskan, pemadaman bergilir harus dikelola dengan komunikasi yang baik agar masyarakat tidak merasa dirugikan. Jika pemadaman memang diperlukan karena pemeliharaan jaringan atau persoalan teknis lainnya, PLN dinilai perlu menyampaikan informasi secara terbuka.
“Jangan sampai pemadaman justru mengganggu aktivitas usaha masyarakat,” tegasnya.
Ia berharap PLN dapat meningkatkan koordinasi dengan pemerintah daerah sekaligus memanfaatkan berbagai saluran komunikasi untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat.
Ronal mengatakan DPRD Samarinda akan terus memantau perkembangan pemadaman listrik bergilir tersebut. Jika kondisi serupa masih terjadi dalam beberapa minggu ke depan dan berdampak terhadap aktivitas masyarakat, DPRD siap memanggil pihak PLN untuk meminta penjelasan.
Menurutnya, pemanggilan tersebut dapat menjadi ruang untuk mengetahui penyebab pemadaman, langkah penanganan yang dilakukan, serta upaya PLN menjaga keandalan pasokan listrik di Kota Samarinda.
DPRD berharap persoalan pemadaman listrik bergilir dapat segera teratasi sehingga aktivitas masyarakat dan dunia usaha tidak terus terganggu. (Adv/ DPRD Samarinda)




