BONTANG – SD Negeri 002 Bontang Selatan menghadirkan pendekatan pembelajaran berbasis praktik dengan melibatkan siswa secara langsung dalam berbagai kegiatan edukatif di lingkungan sekolah.
Melalui metode ini, siswa tidak hanya menerima materi di dalam kelas, tetapi juga diajak untuk belajar dari pengalaman nyata yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari, khususnya dalam bidang lingkungan dan kesehatan.
Beragam kegiatan dilakukan, mulai dari pengolahan sampah plastik menjadi ecobrick yang dimanfaatkan sebagai fasilitas pojok baca, hingga pengolahan limbah minyak jelantah menjadi sabun ramah lingkungan.
Selain itu, siswa juga dilibatkan dalam pemanfaatan tanaman obat keluarga (toga) yang diolah menjadi minuman herbal berupa teh rimpang, sebagai bentuk edukasi kesehatan sejak dini.
Kegiatan lain seperti pembuatan ecoprint dari daun, produksi pestisida alami berbahan daun jeruk, serta pembuatan hand sanitizer dari lidah buaya turut menjadi bagian dari proses pembelajaran yang diterapkan.
Kepala SDN 002 Bontang Selatan, Wiwid Widiarti, menegaskan bahwa keterlibatan siswa menjadi fokus utama dalam setiap program yang dijalankan.
“Kami ingin siswa benar-benar terlibat, bukan hanya melihat atau mendengar. Mereka harus ikut membuat, mencoba, dan merasakan langsung prosesnya,” ujarnya, dihubungi Jumat (17/4/2026)
Ia menjelaskan, pendekatan praktik dipilih agar pembelajaran lebih mudah dipahami dan membekas pada siswa.
“Kalau hanya teori, anak-anak cepat lupa. Tapi kalau mereka praktik langsung, hasilnya lebih terasa dan bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk menumbuhkan kreativitas dan kepedulian siswa terhadap lingkungan sekitar.
“Harapannya, kebiasaan baik ini terbawa sampai di rumah, sehingga anak-anak bisa menjadi contoh dalam menjaga lingkungan dan hidup sehat,” pungkasnya.




