BONTANG – SD Negeri 008 Bontang Utara memilih pendekatan berbeda dalam mempersiapkan siswa menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA) dan ujian tingkat kota. Alih-alih mengandalkan bimbingan belajar berbayar, sekolah justru mengoptimalkan peran guru melalui tambahan jam belajar gratis di sekolah.
Program ini difokuskan pada penguatan pemahaman siswa terhadap mata pelajaran utama seperti Bahasa Indonesia, Matematika, dan Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS). Kegiatan dilakukan setelah jam pelajaran selesai dengan durasi tambahan sekitar 30 hingga 45 menit.
Humas SDN 008 Bontang Utara, Siti Ernawati, menegaskan bahwa tambahan belajar ini berbeda dengan konsep bimbingan belajar komersial.
“Bukan bimbel ya, tapi tambahan belajar. Bimbel itu konotasinya kan agak negatif, karena berbayar. Jadi di kami, setelah jam pelajaran selesai, anak-anak masih dibimbing lagi oleh guru untuk membahas soal-soal yang belum mereka pahami,” ujarnya.
Menurutnya, pembelajaran difokuskan pada soal-soal yang sering muncul dalam try out serta materi dengan tingkat kesulitan lebih tinggi, guna meningkatkan kesiapan siswa menghadapi ujian.
“Misalnya pulang jam 12.05, ini bisa sampai jam 12.30 atau jam 1 siang. Bahkan kalau gurunya berkenan, bisa lebih lama lagi untuk menggenjot pemahaman siswa,” jelasnya.
Selain penguatan di sekolah, SDN 008 juga melibatkan orang tua dalam proses evaluasi. Hasil try out siswa secara rutin dibagikan agar orang tua dapat memantau perkembangan anak dan memberikan pendampingan belajar di rumah.
“Ada anak yang nilainya sudah tinggi, bahkan sampai 94. Jadi tidak semuanya rendah. Hasil try out itu kami sampaikan ke orang tua supaya bisa sama-sama mengevaluasi dan mendampingi anak belajar di rumah,” tambahnya.
Ia menekankan bahwa keberhasilan siswa tidak hanya ditentukan oleh sekolah, tetapi juga dukungan dari keluarga.
“Anak itu harus mau belajar, orang tua juga harus mendukung. Karena keberhasilan itu bukan hanya dari sekolah, tapi juga dari rumah,” tandasnya.
Melalui strategi ini, SDN 008 Bontang Utara berharap mampu meningkatkan kesiapan akademik siswa tanpa membebani orang tua, sekaligus memperkuat kolaborasi antara sekolah dan keluarga.



