BONTANG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang terus memantapkan persiapan Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) 2026 jenjang SD/MI sebagai ajang strategis untuk menggali potensi dan kreativitas siswa sejak dini.
Pada tahun ini, sebanyak tujuh cabang lomba akan dipertandingkan, yakni Gambar Bercerita, Menyanyi Solo, Kriya, Mendongeng, Menulis Cerita, Pantomim, dan Tari. Cabang-cabang tersebut dipilih untuk memberikan ruang seluas-luasnya bagi siswa dalam mengekspresikan bakat seni dan sastra.
Kasi Kurikulum dan Peserta Didik Pendidikan Dasar Disdikbud Bontang, Okto Arbianta Hutahean, menyampaikan bahwa sistem pelaksanaan telah dirancang berjenjang dan sistematis, dimulai dari tingkat sekolah hingga ke tahap berikutnya.
“FLS3N bukan sekadar lomba, tapi juga sarana pembinaan karakter, kreativitas, dan kepercayaan diri siswa,” ujarnya.
Peserta yang dapat mengikuti ajang ini adalah siswa aktif kelas 3, 4, dan 5. Setiap sekolah diberi kesempatan mengirimkan maksimal dua peserta untuk setiap cabang lomba, sehingga peluang partisipasi lebih terbuka.
Seleksi akan dimulai dari tingkat sekolah, di mana pihak sekolah melakukan penjaringan peserta terbaik sebelum didaftarkan melalui sistem resmi FLS3N.
“Sekolah memiliki peran penting dalam mengidentifikasi bakat siswa. Dari situlah nantinya akan muncul perwakilan terbaik,” jelasnya.
Disdikbud Bontang juga telah menggelar rapat koordinasi guna memastikan seluruh aspek pelaksanaan berjalan optimal. Mulai dari jadwal, lokasi, panitia, hingga kriteria penilaian dan kesiapan fasilitas menjadi fokus pembahasan.
“Dengan persiapan yang matang ini bisa melahirkan talenta yang jnggul dan membawa nama Bontang hingga ke nasional,” tukasnya.




