BONTANG,– Upaya mempercepat transformasi pendidikan berbasis digital terus dilakukan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang. Salah satunya melalui program “Satu Guru, Satu Laptop” yang kini mulai direalisasikan untuk mendukung kinerja tenaga pendidik.
Program ini tidak hanya menyasar guru di sekolah negeri, tetapi juga mencakup tenaga pendidik di sekolah swasta sebagai bagian dari pemerataan fasilitas pendidikan. Langkah tersebut dinilai penting agar seluruh guru memiliki akses yang sama terhadap teknologi pendukung pembelajaran.
Kepala Disdikbud Bontang, Abdu Safa Muha, menegaskan bahwa penyediaan perangkat teknologi menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan di era digital.
“Kami ingin tidak ada lagi guru yang terkendala fasilitas dalam mengajar,” ujarnya, Jumat (17/04/2026).
Menurutnya, keberadaan laptop akan memudahkan guru dalam menyiapkan materi ajar, melakukan penilaian, hingga mengembangkan metode pembelajaran yang lebih inovatif dan interaktif.
“Dengan dukungan teknologi, proses belajar mengajar bisa lebih efektif dan mengikuti perkembangan zaman,” tambahnya.
Program ini juga menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menciptakan sistem pendidikan yang adaptif terhadap kemajuan teknologi, sekaligus meningkatkan kompetensi guru secara berkelanjutan.
“Setiap guru berhak mendapatkan dukungan yang setara untuk meningkatkan kualitasnya,” pungkasnya.




