EcoCreative: Berkarya Tanpa Merusak BumiDivisi Pendidikan UKM-KPM FISIP UNMUL di SD Negeri 002 Tenggarong Seberang

sinarkaltim.id

Divisi Pendidikan menghadirkan EcoCreative: Berkarya Tanpa Merusak Bumi

Tenggarong Seberang, Desa Loa Raya, 17 Juni 2026 Pengabdian masyarakat merupakan salah satu program kerja Departemen Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Unit Kegiatan Mahasiswa Kajian dan Pemberdayaan Masyarakat (KPM) FISIP UNMUL yang dijalankan. Dalam rangka mewujudkan program tersebut, Divisi Pendidikan menghadirkan EcoCreative: Berkarya Tanpa Merusak Bumi sebagai salah satu program kerjanya. Kegiatan ini diselenggarakan di SD Negeri 002 Desa Loa Raya, Tenggarong Seberang, pada 17 Juni 2026, dengan menyasar siswa-siswi sekolah dasar sebagai generasi penerus yang perlu dibekali kesadaran lingkungan sejak dini.

Kegiatan dilaksanakan melalui pendekatan belajar dan praktik langsung dalam suasana yang menyenangkan. Sesi dibuka dengan pemberian materi mengenai bahaya penggunaan plastik sekali pakai bagi lingkungan serta pentingnya beralih ke totebag sebagai alternatif yang lebih ramah lingkungan. Anak-anak juga diperkenalkan pada konsep ecoprint, yaitu teknik seni membuat motif menggunakan daun dan bunga alami. Melalui kegiatan ini, anak-anak tidak hanya belajar menjaga lingkungan, tetapi juga diajak berkreasi menggunakan bahan-bahan yang tersedia di alam sekitar mereka.

Kegiatan EcoCreative bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anak-anak terhadap bahaya plastik sekali pakai sekaligus mengenalkan alternatif ramah lingkungan seperti totebag dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, kegiatan ini juga memperkenalkan teknik dasar seni ecoprint sebagai bentuk kreativitas berbasis bahan alami, melatih keterampilan praktis anak-anak, serta mendorong mereka untuk mengembangkan kreativitas tanpa merusak lingkungan sehingga pada akhirnya dapat menumbuhkan sikap dan kebiasaan peduli lingkungan sejak dini.

Baca Juga  Peringati Hari Bumi 2025, Kolaborasi Bebersih UKM-KPM dan WCD Samarinda Kumpulkan 269 Kg Sampah

Pada hari pelaksanaan, anak-anak terlebih dahulu menyimak materi tentang bahaya plastik, dampaknya bagi lingkungan, serta berbagai alternatif yang dapat digunakan sebagai penggantinya. Setelah sesi materi, kegiatan langsung dilanjutkan dengan praktik pembuatan ecoprint pada totebag. Para peserta bebas menyusun daun dan bunga pilihan mereka sendiri untuk menciptakan motif sesuai kreativitas masing-masing.

Baca Juga  Dinsos Kukar Bangun Kerja Sama dengan Lembaga Kesejahteraan Sosial untuk Anak Terlantar

Hasilnya sangat memukau, meskipun baru duduk di kelas 4 SD dan ini merupakan  pengalaman pertama mereka membuat ecoprint, karya yang dihasilkan terlihat sangat kreatif dan beragam. Antusiasme anak-anak juga tampak dari kemampuan mereka menjawab pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan oleh kakak-kakak panitia selama sesi berlangsung, menunjukkan bahwa materi yang disampaikan dapat dipahami dengan baik.

Di akhir kegiatan, panitia menghampiri setiap kelompok untuk mendengar langsung kesan mereka. Dengan penuh semangat, anak-anak menyampaikan bahwa ini adalah kali pertama mereka membuat ecoprint dan mereka merasa sangat senang mengikuti praktik tersebut. Lebih dari sekadar kesenangan, mereka pun menyatakan tekad untuk mulai menggunakan totebag sebagai pengganti kantong plastik dalam kehidupan sehari-hari ini adalah sebuah perubahan kecil yang bermakna besar.

Melalui kegiatan EcoCreative ini, UKM-KPM FISIP UNMUL berharap anak-anak dapat meninggalkan kebiasaan menggunakan barang sekali pakai dan menggantinya dengan pilihan yang lebih berkelanjutan, seperti totebag, tumbler, tempat bekal, dan alat makan pribadi. Melalui langkah sederhana itu, mereka turut berkontribusi dalam mencegah dampak buruk sampah plastik bagi lingkungan dan bumi yang kita tinggali bersama.

Baca Juga  680 Pemuda Unjuk Gigi di LKBB Kukar, Dispora Harap Jadi Benteng Generasi Emas dari Tawuran
تحميل...

Baca Juga

Bagikan:

Topik

Tinggalkan komentar