DPRD Samarinda Usulkan Kompos Keliling dan Pelibatan Swasta Atasi Sampah

sinarkaltim.id

Anggota DPRD Kota Samarinda, Muhammad Andriansyah (ist)

Samarinda – Keterbatasan anggaran pengelolaan sampah di Kota Samarinda dinilai memerlukan terobosan baru agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal. Anggota DPRD Kota Samarinda, Muhammad Andriansyah, mengusulkan Pemerintah Kota Samarinda melibatkan pihak swasta dalam pengangkutan sampah serta memperkuat pengelolaan sampah dari tingkat rumah tangga.

Hal itu disampaikan Andriansyah saat ditemui wartawan di Kantor DPRD Kota Samarinda, Jumat (10/7/2026). Ia menjelaskan, anggaran pengelolaan sampah yang tersedia saat ini kerap tidak mampu memenuhi kebutuhan operasional selama satu tahun penuh.

Baca Juga  Adnan: SPBU 24 Jam Bisa Jadi Alternatif Legal bagi Masyarakat Mendapatkan BBM

“Kondisi kita memang serba sulit. Kadang anggaran yang tersedia hanya cukup untuk delapan bulan, sementara tidak mungkin selama empat bulan sampah tidak diangkut. Karena itu saya pernah mengusulkan agar pemerintah melibatkan pihak ketiga atau swasta untuk membantu mengangkut sampah ke TPA dengan skema kerja sama yang jelas,” ujarnya.

Selain memperkuat layanan pengangkutan, Andriansyah menilai penyelesaian persoalan sampah harus dimulai dari hulu, yakni di tingkat rumah tangga. Ia menekankan pentingnya membangun kebiasaan masyarakat untuk memilah sampah sejak dari sumbernya.

Baca Juga  Celni Pita Sari Minta Pemkot Serius Kelola Budaya Jadi Sumber Pendapatan

“Masalah sampah sebenarnya bukan persoalan yang sulit. Yang terpenting adalah bagaimana kita menyelesaikannya dari hulu, yaitu di rumah tangga. Masyarakat harus mulai diwajibkan memilah sampah sejak dari rumah,” tegasnya.

Ia juga mengusulkan penerapan program Kompos Keliling untuk mengelola sampah organik secara langsung di lingkungan permukiman. Melalui program tersebut, petugas menggunakan gerobak khusus yang dilengkapi alat pengolah sampah organik menjadi kompos.

Baca Juga  Dispora Kaltim Optimalkan Potensi Pemuda dengan Pelatihan

“Konsepnya Kompos Keliling. Sampah organik diambil dari rumah-rumah, kemudian langsung diolah menggunakan peralatan yang ada di gerobak. Setelah diproses, hasilnya bisa dimanfaatkan menjadi kompos,” jelasnya.

Menurut Andriansyah, kombinasi antara pelibatan swasta, pemilahan sampah dari rumah tangga, dan pengolahan sampah organik melalui program Kompos Keliling dapat menjadi solusi jangka panjang untuk mengurangi volume sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA), sekaligus meningkatkan efektivitas pengelolaan sampah di Kota Samarinda. (Adv/ DPRD Samarinda)

تحميل...

Baca Juga

Bagikan:

Tinggalkan komentar