BONTANG – Keberhasilan SD Negeri 006 Bontang Selatan meraih penghargaan Adiwiyata Mandiri 2025 dinilai menjadi model pengembangan sekolah berbasis lingkungan di Kota Bontang.
Penghargaan tertinggi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia tersebut diterima pada 11 Desember 2025 di Taman Mini Indonesia Indah.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang, Abdu Safa Muha, menyebut capaian tersebut diharapkan menjadi rujukan bagi sekolah lain dalam mengembangkan program pendidikan yang berorientasi pada lingkungan.
“Sekolah lain bisa menjadikan ini sebagai contoh untuk mengembangkan program serupa,” ujarnya, Sabtu (18/04/2026).
Ia menambahkan, komitmen menjaga lingkungan harus terus dijaga agar budaya sekolah ramah lingkungan dapat berjalan berkelanjutan.
“Kami berharap komitmen ini terus dijaga dan dikembangkan,” katanya.
Sementara itu, Kepala SDN 006 Bontang Selatan, Anuria Widi Astuti, menjelaskan keberhasilan tersebut merupakan hasil kolaborasi seluruh warga sekolah hingga masyarakat sekitar.
“Semua pihak terlibat, mulai dari siswa, guru, hingga orang tua dan lingkungan sekitar,” ungkapnya.
Berbagai inovasi berbasis lingkungan pun dikembangkan, mulai dari produk olahan seperti teh telang, puding telang, hingga kripik bayam brazil, serta produk ramah lingkungan seperti vertikultur dan ecoprint.
Selain itu, sekolah juga menjalankan berbagai program pembiasaan seperti Sabtu Bersih, Sabtu Sehat, Gerakan Literasi, hingga program Lihat Sampah Ambil (Lisa).
“Kami tidak hanya berfokus pada lingkungan, tetapi juga membentuk karakter siswa,” pungkasnya.




