Dari Pesisir Kukar, Petani Garam Desa Kersik Pelopori Produksi Garam Berbasis Metode Tunnel

sinarkaltim.id

Ilustrasi petani garam (freepik)
Ilustrasi petani garam (freepik)

Sinarkaltim.id, KUTAI KARTANEGARA – Di tengah tantangan cuaca tropis dan curah hujan tinggi, masyarakat pesisir Desa Kersik, Kecamatan Marang Kayu, membuktikan bahwa inovasi lokal bisa menjadi kunci kemandirian ekonomi.

Dengan semangat dan kreativitas, para petani garam di desa ini berhasil memproduksi sekitar satu ton garam sepanjang tahun 2024 menggunakan metode tunnel.

Metode ini memungkinkan proses penguapan air garam tetap berjalan optimal meski dalam kondisi cuaca kurang mendukung.

Baca Juga  Bupati Kukar Minta Setiap Turnamen Sepak Bola Lahirkan Evaluasi untuk Pembinaan Atlet

Inovasi ini menjadi angin segar bagi masyarakat pesisir yang selama ini bergantung pada sektor perikanan, karena kini memiliki alternatif sumber pendapatan yang potensial.

“Kami melihat ini sebagai langkah besar bagi masyarakat pesisir untuk tidak hanya mengandalkan perikanan, tetapi juga memiliki alternatif pendapatan yang menjanjikan,” ujar Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kukar, Muslik.

Baca Juga  Dispora Kukar Harap Makin Banyak Pemuda Aktif Olahraga dengan Kemudahan Dukungan Event

Kisah sukses Desa Kersik mulai menginspirasi wilayah pesisir lainnya seperti Samboja, yang juga memiliki kualitas air laut baik dan cocok untuk pengembangan garam.

Meski demikian, sejumlah tantangan seperti kapasitas produksi dan jaringan pemasaran masih menjadi pekerjaan rumah.

Menanggapi hal tersebut, DKP Kukar menyatakan komitmennya untuk terus mendampingi para petani garam melalui pelatihan dan bantuan alat produksi.

Baca Juga  Desa Kersik Percantik Pantai Biru, Siapkan Fasilitas Baru untuk Wisatawan

Program ini dikemas dalam dukungan kepada kelompok Usaha Garam Rakyat (KUGAR), dengan harapan produksi garam Kukar tak hanya mencukupi kebutuhan lokal, namun juga bisa menembus pasar nasional.

“Dengan pengelolaan yang baik, Kukar tidak hanya menjadi penghasil garam, tetapi juga menciptakan ekosistem usaha yang berkelanjutan,” tutup Muslik.

تحميل...

Baca Juga

Bagikan:

Tinggalkan komentar