BONTANG – Dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD 2027, Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menegaskan komitmen pemerintah untuk menuntaskan persoalan anak putus sekolah.
Ia mengaku kecewa karena masih ditemukan adanya anak yang tidak melanjutkan pendidikan, namun tidak tersampaikan dengan baik dalam laporan.
“Saya cukup kecewa karena tidak disampaikan bahwa masih ada anak yang putus sekolah,” tegasnya.
Menurutnya, persoalan tersebut harus menjadi perhatian serius seluruh pihak, karena menyangkut masa depan generasi muda.
“Tidak boleh ada lagi anak yang putus sekolah di Bontang. Ini harus menjadi komitmen kita bersama,” lanjutnya.
Ia juga menekankan pentingnya peran semua elemen masyarakat, termasuk ketua RT, dalam memastikan anak-anak tetap bersekolah.
“RT harus ikut berperan memastikan semua anak di lingkungannya tetap bersekolah,” ujarnya.
Sejalan dengan hal tersebut, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bontang juga mendorong kolaborasi hingga tingkat kelurahan untuk memperkuat pendataan anak putus sekolah.
Kepala Disdikbud Bontang, Abdu Safa Muha, menyampaikan bahwa pihaknya akan membangun pola komunikasi dengan kelurahan guna memastikan setiap kasus dapat terdeteksi lebih awal.
“Kami akan komunikasi ke kelurahan, pola ini diyakini bisa mencegah ada anak putus sekolah,” ujarnya.
Ia menambahkan, RT menjadi ujung tombak dalam penyampaian informasi agar laporan dapat diterima secara cepat dan tepat.
Menurutnya, kasus yang terjadi di wilayah Bontang Lestari sebelumnya menjadi pelajaran penting, di mana persoalan anak putus sekolah dipicu oleh miskomunikasi.
“Tapi, rupanya berbuntut panjang. Sampai akhirnya Wali Kota yang menemukan,” sambungnya.




