BONTANG – Upaya menghadirkan pendidikan inklusif terus dilakukan SDN 008 Bontang Utara dengan menitikberatkan pada pendampingan dan penyesuaian pembelajaran bagi siswa difabel yang diterima di sekolah.
Humas sekolah, Siti Ernawati, menjelaskan bahwa meski secara regulasi tersedia kuota sekitar lima persen untuk siswa berkebutuhan khusus, jumlah yang benar-benar diterima setiap tahun umumnya tidak banyak.
“Kalau kuotanya memang ada sekitar lima persen, tapi yang diterima biasanya tidak banyak, paling satu sampai dua anak saja tiap tahun,” ujarnya. Sabtu (18/4/2026)
Ia menegaskan, penerimaan siswa difabel tidak dilakukan melalui tes khusus. Sekolah lebih mengandalkan informasi dari orang tua terkait kondisi anak, baik secara lisan maupun melalui surat keterangan dari tenaga ahli seperti psikolog.
“Tidak ada tes khusus. Orang tua biasanya menyampaikan kondisi anak, ada juga yang membawa surat keterangan. Dari situ kami menyesuaikan pembelajaran,” jelasnya.
Menurutnya, pendekatan utama yang dilakukan sekolah adalah observasi berkelanjutan di dalam kelas. Guru memiliki peran penting dalam mengidentifikasi perkembangan dan kebutuhan siswa selama proses belajar berlangsung.
Jika ditemukan kendala dalam kemampuan belajar atau komunikasi, wali kelas akan berkoordinasi dengan pihak sekolah dan orang tua untuk mencari solusi terbaik.
“Kalau di kelas terlihat ada kendala, wali kelas akan melaporkan. Nanti kami komunikasikan lagi dengan orang tua,” tambahnya.




