Kemarau Berkepanjangan, Deni Minta Pemerintah Antisipasi Krisis Air Sejak Dini

sinarkaltim.id

Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda, Deni Hakim Anwar (ist)

Samarinda – Potensi kemarau berkepanjangan di Kalimantan Timur mulai menjadi perhatian karena dapat berdampak terhadap ketersediaan sumber air, termasuk Sungai Mahakam yang menjadi salah satu sumber air penting bagi masyarakat Kota Samarinda.

Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda, Deni Hakim Anwar, mengingatkan pemerintah agar tidak menunggu kondisi kekeringan semakin parah untuk mengambil langkah penanganan. Menurutnya, ancaman kekeringan perlu diantisipasi sejak awal agar kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi.

Deni berkaca pada kondisi yang terjadi di Kabupaten Mahakam Ulu, yang sedang menghadapi kesulitan memperoleh sumber air. Ia tidak ingin kondisi serupa terjadi di Kota Samarinda apabila kemarau berlangsung dalam waktu yang panjang.

Baca Juga  Pengawasan Reklame Digital Diperketat, DPRD Tekankan Kepatuhan Izin

“Kita tidak ingin masyarakat kita kekeringan atau tidak mendapatkan sumber air. Kita harus melakukan antisipasi terhadap bahaya kekeringan sejak awal,” papar Deni, Senin (31/8/2026).

Menurutnya, pemerintah tidak hanya perlu menyiapkan bantuan bagi masyarakat yang terdampak kekeringan, tetapi juga harus memikirkan strategi jangka panjang apabila kondisi tersebut terus berlangsung.

“Bantuan kepada masyarakat memang penting, tetapi kita juga harus memikirkan langkah berikutnya apabila kondisi kekeringan terus berlangsung,” katanya.

Baca Juga  Kadinkes Kaltim Sebut 49 Ribu Warga Terdampak Redistribusi PBI Tetap Bisa Berobat: Tinggal Daftar Lagi

Deni menilai diperlukan koordinasi antara pemerintah kota dan pemerintah kabupaten untuk menghadapi dampak kemarau. Langkah tersebut tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan air bersih, tetapi juga pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berpotensi meningkat ketika kondisi lingkungan semakin kering.

Ia mendorong pemerintah daerah bersama instansi terkait untuk memperkuat kesiapsiagaan, pemantauan sumber air, serta memastikan masyarakat mendapatkan akses air bersih apabila terjadi penurunan ketersediaan air.

Baca Juga  Disdikbud Bontang Terapkan Kombinasi Nilai TKA dan Ujian Sekolah untuk Seleksi SMP

“Pemerintah kota dan kabupaten perlu bergotong royong melakukan langkah penanganan bahaya karhutla dan antisipasi bahaya kekeringan,” tegasnya.

Deni berharap langkah antisipasi dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan, sehingga potensi kekeringan tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih besar bagi masyarakat Samarinda. (Adv/ DPRD Samarinda)

تحميل...

Baca Juga

Bagikan:

Tinggalkan komentar