Bontang – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) guru, meskipun menghadapi penyesuaian anggaran dalam beberapa tahun terakhir.
Kepala Bidang Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Disdikbud Bontang, Isak Karangan, menyampaikan bahwa kebijakan pemerintah pusat terkait pemerataan tidak hanya mencakup infrastruktur, tetapi juga penguatan SDM, khususnya tenaga pendidik.
“Sejauh ini kami tetap melaksanakan peningkatan kompetensi guru, terutama dalam pengembangan kapasitas. Memang frekuensinya berkurang dibanding tahun-tahun sebelumnya, tetapi tidak mengurangi komitmen kami,” ujarnya kepada awak media, Selasa (7/4/2026).
Ia menjelaskan, strategi yang kini diterapkan adalah menggelar pelatihan secara lokal di Kota Bontang, sejalan dengan arahan Wali Kota. Kebijakan ini dinilai lebih efektif dibandingkan mengirim peserta ke luar daerah seperti Balikpapan atau Samarinda.
“Kalau kegiatan dilaksanakan di luar daerah, jumlah peserta jadi terbatas karena anggaran banyak terserap untuk biaya perjalanan. Dengan pelaksanaan di Bontang, lebih banyak guru yang bisa ikut,” jelasnya.
Menurut Isak, langkah ini bukan semata-mata efisiensi anggaran, melainkan bagian dari upaya optimalisasi agar manfaat program bisa dirasakan lebih luas oleh para guru.
“Dengan anggaran yang ada, kami berusaha memaksimalkan capaian. Jadi meskipun anggaran berkurang, target peningkatan kompetensi tetap kami kejar,” tegasnya.
Ia berharap, melalui strategi tersebut, kualitas pendidikan di Kota Bontang tetap meningkat dan mampu mencetak sumber daya manusia yang unggul.
“Intinya, kami ingin memastikan bahwa kualitas pendidikan di Bontang tetap hebat dan terus berkembang,” tutupnya.




