Sinarkaltim.id, Tenggarong – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) tengah mematangkan persiapan pelaksanaan festival marching band yang rencananya akan digelar tahun ini.
Kepala Dispora Kukar, Aji Ali Husni, mengungkapkan bahwa pihaknya sedang berkoordinasi intensif dengan komunitas marching band di wilayah tersebut untuk menyukseskan acara ini.
Meskipun demikian, Aji Ali Husni belum berani memastikan kapan tanggal pasti festival akan dihelat. Ia menjelaskan bahwa pihaknya akan terlebih dahulu melakukan diskusi lebih lanjut dan mencermati agenda kegiatan serupa di daerah lain. Langkah ini diambil untuk menghindari bentrokan jadwal yang dapat mengurangi partisipasi peserta.
“Insyaallah kita sedang mempersiapkan pelaksanaan ini bersama teman-teman komunitas, komunitas Marching Band. Mudah-mudahan Insyaallah tahun ini kita akan laksanakan, tapi kita belum berani merilis kapan waktunya karena kita akan diskusi lagi dan melihat agenda di beberapa daerah,” ujar Aji Ali Husni di Tenggarong, Minggu (27/4/2025).
Menurutnya, Dispora Kukar tidak ingin festival marching band yang akan mereka selenggarakan justru berbarengan dengan event serupa di daerah lain. Hal ini dikhawatirkan dapat membuat para peserta, khususnya dari Kukar, menjadi bingung dalam memilih kompetisi yang akan diikuti.
“Jangan sampai kita melaksanakan kita bentrok dengan daerah lain sehingga masing-masing peserta kesibukan atau bingung mau ikut yang mana, jadi kita akan diskusikan lagi waktunya,” imbuhnya.
Selain membahas jadwal, Dispora Kukar juga akan mengevaluasi tingkat partisipasi peserta, terutama dari sekolah-sekolah di wilayah Kukar sendiri. Aji Ali Husni mengaku heran mengapa antusiasme peserta dari Kukar pada rencana festival kali ini terlihat menurun. Padahal, ia mengetahui bahwa setiap Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kukar memiliki pasukan marching band yang aktif dan sering berkompetisi di luar daerah, terutama di Pulau Jawa.
“Termasuk ini akan kita diskusikan juga, apakah waktu ini tepat atau kurang tepat agar jumlah peserta juga agak sedikit menurun khususnya dari Kukar. Padahal kalau kita ketahui masing-masing SMA kita ini semuanya memiliki pasukan masing-masing sebenarnya dan sering berkompetisi di luar daerah terutama daerah Jawa. Tapi kenapa kali ini mereka tidak ikut, nanti kita evaluasi dan perbaiki kesalahan dan kekurangan agar tahun depan kami yakin antusiasmenya tinggi,” kata Aji Ali Husni.
Aji Ali Husni berharap, dengan perencanaan yang matang dan evaluasi yang menyeluruh, festival marching band di Kukar tahun ini dapat berjalan sukses dan mampu meningkatkan kembali antusiasme para peserta, khususnya dari kalangan pelajar di Kutai Kartanegara. Pihaknya berkomitmen untuk terus mendukung perkembangan marching band sebagai salah satu kegiatan positif bagi generasi muda di daerah tersebut. (Adv)
(MF)




