Tekankan Keadilan, Seno Aji Minta Harga TBS Petani Mandiri dan Plasma Disetarakan

sinarkaltim.id

Seno Aji Menghadiri Pelatihan Pembenihan dan Teknologi Budidaya Kelapa Sawit Berkelanjutan di Hotel Golden Season Samarinda
Seno Aji Menghadiri Pelatihan Pembenihan dan Teknologi Budidaya Kelapa Sawit Berkelanjutan di Hotel Golden Season Samarinda

SAMARINDA — Petani sawit mandiri di Kalimantan Timur diharapkan memperoleh harga jual Tandan Buah Segar (TBS) yang setara dengan petani plasma. Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji menyebut kesetaraan tersebut menjadi salah satu upaya Pemprov memperjuangkan hasil usaha yang lebih layak bagi petani.

Seno menegaskan, manfaat pertumbuhan sektor sawit perlu dirasakan kedua kelompok petani. Ia mencontohkan, apabila petani plasma menerima harga Rp3.600 per kilogram, petani mandiri semestinya memperoleh harga yang sama.

Baca Juga  Dispora Kaltim Terus Dukung Pengembangan Pemuda dengan Fasilitas Kepemudaan

“Kami, Pemprov Kaltim terus berupaya memberikan yang terbaik kepada petani sawit. Diantaranya, kepada petani mandiri dengan memberikan harga TBS sama dengan petani plasma. Artinya, jika petani plasma menerima harga 3.600 per kilogram, maka petani mandiri juga demikian,” ujar Seno.

Pernyataan itu disampaikannya seusai membuka Pelatihan Pembenihan dan Teknologi Budidaya Kelapa Sawit Berkelanjutan di Hotel Golden Season Samarinda, Selasa (6/10/2026).

Pelatihan yang diselenggarakan DPP Forum Petani Kelapa Sawit (FPKS) Kaltim tersebut mengangkat tema “Petani Sawit Sukses Menuju Generasi Emas”. Kegiatan ini menjadi ruang peningkatan kemampuan petani dalam mengelola perkebunan secara berkelanjutan.

Baca Juga  Kritik di Unmul Dibalas Intimidasi oleh Pejabat, Renaldi: Pembungkaman ala Orba Telah Kembali

Menurut Seno, penguatan kapasitas petani perlu diikuti perbaikan manfaat ekonomi yang mereka terima. Kesetaraan harga diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani mandiri maupun plasma.

Di sisi lain, ia menilai pengembangan sawit masih memiliki peluang jangka panjang melalui pengolahan menjadi berbagai produk turunan. Pengelolaan berkelanjutan dan peningkatan nilai tambah diharapkan memperkuat kontribusi komoditas tersebut terhadap perekonomian daerah.

Baca Juga  Fahrizal Ahyar: Pemuda Kaltim yang Aktif Membangun UMKM Jago Branding di Samarinda

“Sesuai program Presiden bahwa sawit bisa dikembangkan produk turunan B50 atau bahan bakar minyak. Tentu, ini akan meningkatkan harga jual TBS sawit,” katanya.

Seno berharap pengembangan produk turunan dapat mendukung peningkatan harga jual yang diterima petani. Selain itu, pertumbuhan sektor sawit diharapkan membuka manfaat ekonomi yang lebih luas dan turut memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kaltim.

تحميل...

Baca Juga

Bagikan:

Tinggalkan komentar