Portal Ditabrak, Lampu Dicuri: Dishub Ungkap Penyebab Gelapnya Jembatan Mahkota II

sinarkaltim.id


Samarinda – Kondisi Jembatan Mahkota 2 yang sempat gelap dan menjadi perhatian masyarakat akhirnya mendapat penjelasan dari pemerintah. Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda mengungkapkan bahwa selain persoalan portal pembatas kendaraan yang beberapa kali ditabrak, padamnya lampu penerangan di jembatan tersebut juga disebabkan oleh aksi pencurian kabel.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Samarinda, Hotmarulitua Manalu, mengatakan bahwa portal pembatas kendaraan di jembatan tersebut sebenarnya dipasang untuk mencegah kendaraan berdimensi besar melintas.


Menurutnya, tinggi portal yang dibangun sekitar 2,1 meter, sehingga hanya kendaraan dengan dimensi tertentu yang diperbolehkan melewati jembatan tersebut.
“Dari kondisi yang kami lihat dan informasi yang berkembang, kejadian kendaraan menabrak portal sudah lebih dari lima kali. Biasanya pengemudi merasa tinggi kendaraan atau baknya masih bisa lewat, padahal tinggi portal yang kita bangun sekitar 2,1 meter,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pembatasan tersebut merupakan tindak lanjut dari kebijakan pemerintah kota agar jembatan tidak dilalui kendaraan besar yang berpotensi membahayakan struktur maupun keselamatan pengguna jalan lainnya.


Dishub juga tidak tinggal diam ketika terjadi pelanggaran. Setiap kendaraan yang menabrak portal akan diproses melalui koordinasi dengan pihak kepolisian.
“Jika ada kendaraan yang menabrak portal, kami berkoordinasi dengan Satlantas untuk menahan kendaraan beserta dokumennya. Pihak yang menabrak juga diminta bertanggung jawab memperbaiki portal yang rusak,” tegasnya.


Selain persoalan portal, Dishub juga menyoroti kondisi penerangan jalan di jembatan yang sempat padam. Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, matinya lampu tersebut disebabkan oleh pencurian kabel jaringan penerangan jalan umum (PJU).


Akibat kejadian itu, pemerintah kota harus kembali menyiapkan langkah perbaikan, termasuk menyesuaikan rencana anggaran yang sebelumnya telah mengalami defisit. Pemerintah bahkan mempertimbangkan penggunaan anggaran tak terduga untuk mempercepat pemulihan penerangan di jembatan tersebut.


“Lampu penerangan itu mati karena ada pencurian kabel. Pemerintah kota sedang menyiapkan kembali anggaran perbaikan, termasuk kemungkinan menggunakan anggaran tak terduga,” jelasnya.
Dishub memastikan koordinasi dengan instansi terkait akan terus dilakukan agar penerangan di jembatan dapat kembali berfungsi normal. Menurutnya, keberadaan lampu penerangan sangat penting untuk mendukung keamanan dan kenyamanan pengguna jalan, terutama pada malam hari.
“Kami terus berkoordinasi agar jembatan ini bisa kembali terang dan nyaman dilalui masyarakat. Penerangan di jembatan sangat penting bagi keselamatan pengendara,” pungkasnya.


Pemerintah Kota Samarinda juga mengimbau masyarakat dan para pengendara untuk mematuhi aturan lalu lintas serta bersama-sama menjaga fasilitas publik agar dapat dimanfaatkan secara aman oleh seluruh warga.

تحميل...

Baca Juga

Bagikan:

Tinggalkan komentar