Sinarkaltim.id, KUTAI KARTANEGARA — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) memperluas sasaran Program Kukar Siap Kerja dengan mendorong masyarakat tidak hanya masuk ke dunia kerja formal, tetapi juga mengembangkan usaha secara mandiri.
Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Distransnaker) Kukar Dendy Irwan Fahriza mengatakan, perluasan tersebut menjadi bagian dari pengembangan Program Kukar Siap Kerja yang selama ini juga diarahkan pada peningkatan kompetensi masyarakat sebagai bekal memasuki dunia kerja.
“Program Siap Kerja sudah berakselerasi,” kata Dendy, Kamis (1/10/2026).
Dalam waktu dekat, skema tenaga kerja mandiri akan menyasar enam kelompok yang tersebar di Kecamatan Tenggarong, Kota Bangun, Muara Wis, Loa Kulu dan Sebulu.
Menurut Dendy, langkah tersebut memperluas cakupan program agar masyarakat yang memilih jalur usaha mandiri juga mendapatkan dukungan untuk mengembangkan kegiatan ekonominya.
“Ini bentuk akselerasi kita bahwa tidak hanya fokus di kerja formal saja, tapi di informal juga,” lanjutnya.
Peserta akan mengikuti pelatihan selama lima hari. Setelah pelatihan, kelompok penerima juga mendapatkan bantuan modal usaha sebagai dukungan awal untuk menjalankan kegiatan secara mandiri.
Distransnaker Kukar selanjutnya melakukan pemantauan dan evaluasi sekitar tiga hingga empat bulan setelah bantuan diberikan. Evaluasi tersebut dilakukan untuk melihat pemanfaatan bantuan sekaligus perkembangan usaha yang dijalankan kelompok penerima.
Kelompok yang menunjukkan perkembangan usaha akan diarahkan untuk mendapatkan dukungan lanjutan melalui sejumlah skema. Di antaranya Kredit Kukar Idaman (KKI) Terbaik, Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (TJSP), maupun kemitraan dengan badan usaha.
“Akan didekatkan dengan program lanjutan yaitu KKI Terbaik atau CSR maupun badan usaha akan menjadi mitra program,” ujar Dendy.
Di sisi lain, Program Kukar Siap Kerja tetap berjalan melalui pelatihan unit kompetensi. Saat ini terdapat 318 peserta yang mengikuti pelatihan, dengan 305 peserta dibiayai melalui APBD Kukar dan 13 peserta lainnya memperoleh pembiayaan melalui TJSP.
Pelatihan tersebut mencakup 10 jenis pelatihan yang diarahkan untuk meningkatkan kompetensi peserta sebagai bekal memasuki dunia kerja.
Dukungan pembiayaan melalui TJSP menjadi bagian dari kolaborasi Pemkab Kukar dengan dunia usaha dalam memperluas pelaksanaan Program Kukar Siap Kerja, di samping dukungan yang bersumber dari APBD Kukar. (Adv/kr)



