Sinarkaltim.id, Kutai Kartanegara – Target peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di 2025 menjadi upaya Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) untuk memperkuat pembiayaan pembangunan dan membuka lebih banyak ruang bagi kesejahteraan masyarakat.
Asisten III Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kukar, Dafip Hariyanto menyampaikan bahwa Pemkab Kukar tidak hanya mengandalkan pendapatan yang ada, tapi juga mulai mencari sumber baru dari sektor-sektor produktif masyarakat.
“Pertumbuhan ekonomi daerah harus selaras dengan peningkatan pendapatan daerah. Oleh karena itu, kebijakan yang mendukung investasi dan pengembangan sektor usaha kecil dan menengah (UKM) akan terus diperkuat,” ujarnya belum lama ini.
Langkah ini disokong oleh optimalisasi pajak dan retribusi yang selama ini menjadi tulang punggung PAD. Pemerintah juga mulai menerapkan sistem digital dalam pemungutan pajak demi efisiensi dan transparansi.
“Kami terus berupaya meningkatkan pendapatan daerah melalui optimalisasi pajak dan retribusi, serta mencari sumber pendapatan baru guna menopang APBD lebih baik,” tambah Dafip.
Pada 2024 lalu, PAD Kukar tercatat mencapai sekitar Rp800 miliar. Pemerintah optimistis angka tersebut akan meningkat pada 2025 seiring dengan penguatan sistem pengawasan dan koordinasi lintas sektor.
“Kami optimis, dengan kerja sama semua pihak, PAD Kukar dapat meningkat secara signifikan dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat,” tutupnya.




