BONTANG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Diadikbud) Kota Bontang terus berupaya meningkatkan kualitas tenaga pendidik di seluruh jenjang melalui program bimbingan teknis (Bimtek) bagi guru yang belum memiliki sertifikat pendidik.
Berdasarkan data Disdikbud Kota Bontang, saat ini sebanyak 1.257 guru telah memiliki sertifikasi, mencakup jenjang TK, SD, dan SMP.
Kabid Pembina Ketenagaan Guru dan Kependidikan (GTK) Disdikbud Kota Bontang, Ishak Karangan menyebut jika saat ini di jenjang Taman Kanak-kanak (TK), masih terdapat 111 guru yang belum tersertifikasi. Kondisi ini mendorong pemerintah untuk memberikan fasilitasi agar guru-guru tersebut bisa segera memenuhi persyaratan formal.
“Jadi Program Bimtek ini kami hadirkan untuk membantu guru-guru yang belum tersertifikasi. Kami memberikan informasi, pendampingan, dan bimbingan teknis agar mereka bisa mengikuti proses sertifikasi sesuai ketentuan.”
Ia menambahkan, “Program ini terutama difokuskan untuk jenjang PAUD, SD, dan SMP. Di SMP, jumlah guru yang belum tersertifikasi sangat minim, tapi untuk PAUD formal seperti TK dan RA, jumlahnya masih cukup signifikan.”
Menurut Ishak, program sertifikasi guru tetap berada di bawah kewenangan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendigbudristek) dan hanya guru formal, seperti TK dan RA, yang diperkenankan mengikuti sertifikasi.
“Untuk guru PAUD informal, seperti KB, SPS, atau TPA, sertifikasi tidak diperkenankan. Namun, mereka tetap bisa mengikuti Bimtek untuk meningkatkan kompetensi,” jelasnya.
Lebih lanjut, pihaknya berharap para guru dapat segera memenuhi kualifikasi yang berlaku sehingga kualitas pendidikan di semua jenjang meningkat.
“Pendidikan guru PAUD masih memiliki persentase terbesar yang belum lulusan sarjana. Tapi untuk sertifikasi, hanya berlaku bagi PAUD formal, seperti TK dan RA,” tutupnya.




