BONTANG – SDIT YABIS Bontang kembali menggelar Khatmul Qur’an dan Imtihan Angkatan XIII di Hotel Grand Mutiara, Sabtu (11/4/2026), sebagai bagian dari upaya membentuk generasi berkarakter Qurani di Bontang.
Kegiatan tahunan ini menjadi salah satu wujud konsistensi sekolah dalam menanamkan nilai-nilai keagamaan sejak dini, tidak hanya pada aspek kemampuan membaca Al-Qur’an, tetapi juga pada pembentukan sikap dan perilaku siswa.
Kepala Sekolah SDIT YABIS Bontang, Syahnan, menjelaskan bahwa program Khatmul Qur’an dan Imtihan merupakan bagian integral dari sistem pembelajaran Al-Qur’an di sekolah.
“Program ini kami laksanakan setiap tahun untuk membentuk peserta didik yang mampu membaca, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Pada tahun ini, sebanyak 230 siswa dinyatakan lulus munaqosah yang meliputi tartil, tahfidz juz 30, dan terjemahan Al-Qur’an. Namun, hanya 134 siswa yang ditampilkan dalam prosesi kegiatan karena keterbatasan tempat.
Pembelajaran Al-Qur’an di SDIT YABIS menggunakan metode UMMI yang terstruktur dan berbasis mutu. Metode ini dinilai efektif dalam meningkatkan kemampuan baca Al-Qur’an sekaligus membentuk kedisiplinan serta karakter religius siswa.
Selain pembelajaran di sekolah, keterlibatan orang tua juga menjadi faktor penting dalam keberhasilan program ini. Sekolah mendorong pendampingan di rumah agar nilai-nilai yang diajarkan dapat diterapkan secara konsisten.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bontang, Abdu Safa Muha, menegaskan bahwa kegiatan semacam ini akan terus didorong sebagai bagian dari penguatan pendidikan karakter di daerah.
Menurutnya, Disdikbud Bontang berkomitmen mendukung program-program sekolah yang berorientasi pada pembentukan karakter, khususnya di bidang spiritual dan keagamaan.
Ia menambahkan, sinergi antara sekolah, orang tua, dan pemerintah menjadi kunci utama dalam menciptakan pendidikan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berlandaskan nilai-nilai moral dan keagamaan.
“Ke depan, kami berharap kegiatan seperti ini tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata dalam membentuk generasi yang berakhlak dan berkarakter kuat,” ujarnya




