“Di Tengah Lesunya Minat Baca, UKM-KPM dan Samarinda Book Party Menyalakan Semangat Membaca”

sinarkaltim.id

Dokumentasi akhir kegiatan KPM Relasi X Samarinda Book Party, Samarinda, Minggu (14/08/2025).

Sinarkaltim.Id- Saat ini kita sering mendengar narasi tentang rendahnya minat baca masyarakat Indonesia. Ini didukung oleh survei terbaru yang dilakukan oleh Goodstats.Id dimana hanya 20,7 % dari 1000 responden di seluruh wilayah Indonesia yang rutin membaca buku. Hasil survei lain menyebutkan ada 22,3% yang membaca setidaknya seminggu sekali, 24,6% yang membaca sebulan sekali, 17% responden hanya mampu membaca buku sesekali bahkan 15,4% lainnya jarang menyentuh buku. Survei ini menunjukan bahwa masyarakat Indonesia saat ini masih memiliki presentase yang rendah dalam minat membaca buku. Namun, Kota Samarinda memberi sinyal bahwa perubahan bisa dimulai dari hal-hal kecil, dari organisasi mahasiswa dan komunitas yang berinisiatif membuka ruang baca, ruang diskusi, dan sekedar membagikan bacaan menarik kepada publik. Langkah sederhana ini justru menjadi sebuah pemantik yang berharga bagi peningkatan minat baca di tengah masyarakat, terkhusus masyarakat Kota Samarinda.

Baca Juga  INFUS GORENGAN Hadirkan Konsep Baru Jajanan Gorengan Frozen di Samarinda

Di tengah narasi pesimisitis tentang rendahnya minat baca masyarakat yang masih rendah, selalu ada ruang bagi niat optimis untuk menigkatakan minat baca masyarakat terutama ketika inisiatif lahir dari kelompok-kelompok muda. Salah satunya terlihat dari Program Kerja (Proker) KPM Relasi yang digagas oleh Unit Kegiatan Mahasiswa Kajian dan Pemberdayaan Masyarakat (UKM-KPM) Fisip Universitas Mulawarman, yang berkolaborasi dengan komunitas buku lokal Samarinda Book Party.

            Dalam proker KPM Relasi, kegiatan yang dihadirkan bukan sekedar formalitas. Peserta diberikan rangkaitan kegiatan yang menarik dan interaktif mulai dari ngobrol seru seputar buku-buku kesukaan, diskusi hangat, permainan seru yang mengasah kemampuan pengetahuan umum, hingga kesempatan untuk mendapatkan hadiah. Konsep yang ringan, kreatif, dan menyenangkan ini menjadi salah satu kunci agar membaca buku tidak lagi dianggap sebagai hal yang membosankan..

Baca Juga  "BEM FISIP UNMUL Dorong Strategi Advokasi Mahasiswa Lewat Seminar Nasional"

Dokumentasi sesi Sharing (14/09/2025)

Saya selaku penulis sekaligus kader UKM-KPM yang ikut serta langsung dalam kegiatan KPM Relasi ini merasa proker dari UKM-KPM yang berkolaborasi dengan Samarinda Book Party menjadi sangat penting ditengah rendahnya minat baca masyarakat saat ini. Hal ini dikarenakan mahasiswa dengan segala energi positif dan kreativitasnya, mampu menjembatani dunia akademik dengan masyarakat terkhusus mahasiswa. Sementara Samarinda Book Party, sebagai komunitas literasi telah membuktikan komitmen dan konsistensi dalam merawat budaya membaca buku di kota Samarinda. Kolaborasi dari UKM-KPM dan Samarinda Book Party bukan hanya menghadirkan ruang alternatif untuk membaca tetapi juga menumbuhkan rasa minat membaca kepada masyarakat demi meningkatkan angka minat baca masyarakat yang rendah di Kota Samarinda. Lebih dari itu kegiatan ini diharapkan mampu memberi pesan penting bahwa minat baca masyarakat sebenarnya bisa ditumbuhkan, jika disajikan dengan cara yang tepat. Tidak melulu kaku dan membosankan, tetapi juga menghibur, menyenangkan, dan pastinya bermanfaat.

Baca Juga  UKM - KPM FISIP Unmul Hadirkan Ruang Refleksi Emosional Remaja Melalui Sosiodrama.

            Jika proker atau gerakan seperti ini terus berlanjut, bukan mustahil Samarinda akan tumbuh menjadi salah satu kota dengan masyarakat dengan literasi membaca yang tinggi dan kuat. Besar harapan dimasa depan, dari langkah kecil organisasi mahasiswa dan komunitas lokal lahirlah harapan besar untuk dapat membangun masyarakat yang memiliki tingkat literasi yang baik, kirits, terbuka dan berwawasan luas melalui budaya membaca buku. ( Febriantor Nugroho: Mahasiswa Fisip Unmul)

تحميل...

Baca Juga

Bagikan:

Tinggalkan komentar