BONTANG,- Pembelajaran di sekolah tak lagi hanya berkutat pada teori. Di SMP Negeri 5 Bontang, siswa diajak langsung terlibat dalam praktik pembuatan plastik biodegradable sebagai bagian dari upaya memahami isu lingkungan secara nyata.
Program ini mendapat perhatian dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang karena dinilai mampu menjembatani pembelajaran di kelas dengan persoalan yang dihadapi sehari-hari, khususnya terkait sampah plastik.
Kepala Disdikbud Bontang, Abdu Safa Muha, menyebut inovasi tersebut sebagai contoh konkret bagaimana sekolah dapat menghadirkan pembelajaran yang lebih hidup dan bermakna bagi siswa.
“Inovasi ini sangat baik sebagai pembelajaran kontekstual bagi siswa,” ujarnya,Sabtu (18/04/2026).
Menurutnya, keterlibatan langsung siswa dalam proses pembuatan plastik ramah lingkungan memberikan pengalaman yang tidak didapat hanya dari buku pelajaran. Siswa tidak hanya memahami konsep, tetapi juga ikut berperan dalam solusi.
“Anak-anak tidak hanya belajar teori, tapi langsung praktik. Ini yang membuat pembelajaran lebih membekas,” tambahnya.
Ia pun mendorong agar inovasi serupa dapat dikembangkan di sekolah lain, sehingga tidak berhenti pada satu titik, melainkan menjadi gerakan bersama di lingkungan pendidikan.
“Sekolah harus menjadi ruang belajar yang tidak hanya teori, tetapi juga praktik yang nyata bagi siswa,” pungkasnya.



