DPRD Samarinda Tampung Keluhan Pedagang, 14 Persoalan Pasar Pagi Jadi Perhatian

sinarkaltim.id

Gedung Pasar Pagi Samarinda (ist)

Samarinda – DPRD Kota Samarinda melalui Komisi II memfasilitasi pertemuan bersama para pedagang Pasar Pagi untuk menampung berbagai keluhan terkait kondisi dan aktivitas perdagangan di kawasan tersebut.

Ketua Komisi II DPRD Kota Samarinda, Iswandi, mengatakan terdapat sejumlah aspirasi yang disampaikan para pedagang dalam pertemuan tersebut. Dari hasil penyampaian pedagang, setidaknya terdapat 14 poin permasalahan yang menjadi perhatian, salah satunya berkaitan dengan fasilitas sarana dan prasarana pasar.

Pertemuan tersebut turut dihadiri sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, di antaranya Dinas Perdagangan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Perhubungan (Dishub), hingga Inspektorat.

Baca Juga  Komisi IV DPRD Samarinda Soroti Dugaan Manipulasi KK dalam SPMB, Pengawasan Mutasi Diminta Diperketat

Iswandi mengatakan kehadiran berbagai pihak dalam pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya untuk mendengarkan secara langsung persoalan yang disampaikan para pedagang mengenai kondisi Pasar Pagi.

Menurutnya, persoalan yang muncul tidak hanya berkaitan dengan fasilitas pasar, tetapi juga menyangkut bagaimana aktivitas perdagangan di kawasan tersebut dapat kembali berjalan dengan baik dan memberikan kenyamanan bagi masyarakat.

Baca Juga  Dorong Produktivitas Petani, Pemkab Kukar Perkuat Intervensi di Sektor Pertanian

“Yang penting sekarang bagaimana kita melihat ke depan. Kita ingin Pasar Pagi kembali ramai, aktivitas ekonomi bergerak, pedagang mendapatkan manfaat dan masyarakat juga nyaman berbelanja,” ujar Iswandi, Rabu (2/9/2026).

Dalam kesempatan tersebut, awak media juga menanyakan mengenai adanya informasi dugaan pungutan liar (pungli) di lingkungan Pasar Pagi.

Menanggapi hal itu, Iswandi meminta agar informasi tersebut terlebih dahulu dipastikan kebenarannya. Ia menegaskan tidak ingin sebuah informasi langsung disebut sebagai pungli apabila belum terdapat fakta yang jelas.

Baca Juga  SDN 011 Bontang Selatan Integrasikan Pendidikan Al-Qur’an dengan Pembiasaan Filantropi Sejak Usia Dini

“Kita harus cari tahu dulu faktanya. Jangan sampai langsung disebut pungli kalau informasinya belum jelas, karena bisa menjadi tuduhan yang tidak berdasar. Untuk itu, pihak terkait akan kita panggil dan mintai penjelasan,” pungkasnya.

Iswandi berharap berbagai persoalan yang disampaikan pedagang dapat menjadi perhatian sehingga Pasar Pagi ke depan kembali menjadi pusat aktivitas perdagangan yang ramai dan nyaman bagi pedagang maupun masyarakat. (Adv/ DPRD Samarinda)

تحميل...

Baca Juga

Bagikan:

Tinggalkan komentar