Andriansyah Dorong Digitalisasi Pengelolaan Sampah Melalui Aplikasi BISA

sinarkaltim.id

Anggota DPRD Samarinda, M Andriansyah (ist)

SAMARINDA – DPRD Kota Samarinda mendorong percepatan implementasi aplikasi Basis Informasi Sampah (BISA) sebagai upaya memperkuat sistem pengelolaan sampah yang lebih terukur dan terintegrasi. Kehadiran aplikasi tersebut dinilai penting untuk menyediakan data akurat mengenai produksi dan pengelolaan sampah di tingkat masyarakat, sekaligus mendukung penyusunan kebijakan yang lebih tepat sasaran.

Anggota DPRD Samarinda, M Andriansyah, mengatakan salah satu tantangan yang masih dihadapi pemerintah daerah saat ini adalah keterbatasan data terkait volume sampah yang dihasilkan masyarakat setiap hari. Kondisi tersebut dinilai berpengaruh terhadap efektivitas perencanaan maupun evaluasi program pengelolaan sampah.

Karena itu, ia mendorong Pemerintah Kota Samarinda segera mengoperasikan aplikasi BISA yang dirancang untuk mengintegrasikan data dari berbagai bank sampah di seluruh wilayah kota.

Baca Juga  DPRD Samarinda Usul Parkir Berlangganan Bisa Dicicil agar Tak Membebani Warga

Menurut Andriansyah, melalui sistem tersebut setiap bank sampah dapat melaporkan secara berkala jumlah dan jenis sampah yang diterima. Data tersebut kemudian akan terhubung dalam satu sistem yang dapat dipantau oleh pemerintah maupun pihak terkait.

“Melalui aplikasi ini, lurah dan petugas terkait bisa mengetahui perkembangan jumlah sampah yang masuk ke bank sampah. Data tersebut juga dapat menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan,” ujarnya, Selasa (2/6/2026).

Ia menjelaskan, data yang terkumpul nantinya tidak hanya berguna bagi pemerintah daerah, tetapi juga dapat menjadi dasar bagi DPRD dalam menjalankan fungsi pengawasan serta menyusun rekomendasi kebijakan di bidang lingkungan hidup.

Selain meningkatkan akurasi data, Andriansyah menilai aplikasi BISA dapat memperkuat peran bank sampah sebagai salah satu instrumen pengurangan timbulan sampah dari sumbernya. Dengan sistem pendataan yang lebih baik, pemerintah dapat mengidentifikasi wilayah yang memiliki potensi besar dalam pengelolaan sampah bernilai ekonomis.

Baca Juga  Stadion Palaran Akan Menjadi Pusat Hiburan dan Olahraga dengan Program “Layan Laga Wisata”

“Data bulanan yang tersedia nantinya bisa membantu melihat kawasan mana yang memiliki potensi pengelolaan sampah dengan nilai ekonomi yang cukup tinggi,” katanya.

Lebih lanjut, ia menyebut digitalisasi pencatatan juga akan meningkatkan transparansi dalam pengelolaan bank sampah. Masyarakat yang berpartisipasi dapat memantau perkembangan tabungan maupun hasil pengelolaan sampah yang mereka setorkan melalui sistem yang tersedia.

Untuk mempercepat realisasi program tersebut, Komisi III DPRD Samarinda berencana melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kota Samarinda. Andriansyah berharap aplikasi BISA dapat segera diluncurkan dan menjadi bagian dari sistem layanan publik yang terintegrasi.

Baca Juga  Kematian Siswa SMKN 4 Samarinda Picu Kritik, DPRD Soroti Kegagalan Data Bansos

“Kami berharap aplikasi ini bisa menjadi bagian dari sistem layanan kota. Karena itu kami akan berkoordinasi dengan wali kota agar peluncurannya dapat segera dilakukan,” ungkapnya.

Ia optimistis keberadaan aplikasi BISA akan membantu pemerintah dan masyarakat dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih modern, transparan, dan berbasis data. Dengan demikian, upaya pengurangan sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sambutan dapat berjalan lebih efektif.

“Jika aplikasi ini sudah berjalan, setiap kelurahan akan lebih mudah memantau jumlah sampah yang berhasil dikelola, baik harian maupun bulanan,” pungkasnya. (adv)

تحميل...

Baca Juga

Bagikan:

Tinggalkan komentar