Joha Fajal Dorong Penanganan Sungai Karang Mumus Dilakukan Berkelanjutan

sinarkaltim.id

Anggota DPRD Kota Samarinda, Joha Fajal

Samarinda – DPRD Kota Samarinda kembali menyoroti kondisi Sungai Karang Mumus yang masih menghadapi persoalan sampah dan sedimentasi. Kondisi tersebut dinilai perlu mendapat perhatian serius karena tidak hanya berdampak pada kualitas lingkungan, tetapi juga berpotensi menghambat aliran air dan meningkatkan risiko banjir saat musim hujan.

Anggota DPRD Kota Samarinda, Joha Fajal, menegaskan bahwa upaya pembenahan Sungai Karang Mumus harus dilakukan secara berkelanjutan dan tidak hanya bersifat sementara. Menurutnya, keberhasilan penataan sungai memerlukan sinergi antara pemerintah dan masyarakat agar berbagai persoalan yang selama ini terjadi dapat ditangani secara optimal.

Baca Juga  Disdikbud Bontang Dorong Perpustakaan Daerah Jadi Ruang Belajar Alternatif, Bukan Sekadar Tempat Buku

“Kalau masih ada masyarakat yang membuang sampah sembarangan ke sungai, tentu penanganannya tidak akan berjalan maksimal,” ujar Joha Fajal, Rabu (27/5/2026).

Ia menilai kebiasaan membuang sampah ke sungai masih menjadi salah satu faktor yang menyebabkan terganggunya fungsi Sungai Karang Mumus. Di sisi lain, sedimentasi yang terus terjadi turut mempersempit aliran sungai sehingga memperbesar potensi genangan ketika curah hujan meningkat.

Karena itu, Joha mendorong pemerintah untuk terus memperkuat edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Menurutnya, perubahan perilaku masyarakat menjadi kunci utama dalam menjaga kelestarian sungai dan mengurangi persoalan sampah yang selama ini masih terjadi.

Baca Juga  Prof. Zamroni Dianugerahi “Pemimpin Inspiratif” oleh PERMAPENDIS di Forum Internasional UNUJA

“Kesadaran masyarakat juga sangat menentukan keberhasilan menjaga lingkungan,” katanya.

Selain meningkatkan edukasi, Joha juga meminta pemerintah memperketat pengawasan di kawasan bantaran sungai. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah aktivitas yang dapat merusak lingkungan maupun memicu penumpukan sampah di aliran sungai.

Ia juga mendorong penataan kawasan Sungai Karang Mumus dilakukan secara bertahap dan terencana. Dengan penataan yang baik, sungai tidak hanya berfungsi sebagai saluran drainase alami, tetapi juga dapat menjadi ruang publik yang lebih tertata, bersih, dan nyaman bagi masyarakat.

Baca Juga  Kukar Panggil Para 'Penyihir' Kriya, Buktikan Kreativitas di Anugerah Inspirasi Pemuda!

“Pengawasan harus diperketat supaya kebiasaan membuang sampah ke sungai bisa ditekan,” tegasnya.

Joha berharap seluruh pihak dapat berperan aktif dalam menjaga kebersihan Sungai Karang Mumus sehingga upaya penanganan yang dilakukan pemerintah dapat berjalan efektif dan memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan maupun masyarakat Kota Samarinda.

“Kita semua tentu ingin Sungai Karang Mumus menjadi kawasan yang bersih, sehat, dan nyaman untuk masyarakat,” tutupnya. (adv)

تحميل...

Baca Juga

Bagikan:

Tinggalkan komentar