Samarinda – Persoalan kekurangan tenaga pendidik di Kota Samarinda masih menjadi pekerjaan rumah yang belum terselesaikan. DPRD Kota Samarinda menilai, di tengah keterbatasan rekrutmen, langkah paling realistis saat ini adalah memaksimalkan sumber daya guru yang sudah tersedia.
Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Novan Syahronny Pasie, menyebut krisis guru bukan hanya terjadi di tingkat daerah, tetapi merupakan persoalan nasional yang hingga kini belum menemukan solusi menyeluruh.
“Keterbatasan guru ini memang masalah klasik yang belum terselesaikan,” ujarnya, Selasa (5/5/2026).
Di sisi lain, upaya penambahan tenaga pendidik melalui jalur rekrutmen masih menghadapi berbagai kendala. Pemerintah daerah, kata dia, tidak memiliki kewenangan penuh dalam proses tersebut karena harus mengikuti kebijakan pemerintah pusat, termasuk koordinasi dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN).
“Kita punya kendala, karena dalam perekrutan tidak serta merta bisa dilakukan oleh pemerintah daerah,” katanya.
Lebih jauh, kata Novan, Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah mengoptimalkan aparatur sipil negara (ASN) dari organisasi perangkat daerah (OPD) lain yang memiliki latar belakang pendidikan sesuai kebutuhan.
“ASN di OPD lain yang jika memenuhi spesifikasi untuk menjadi guru, itu bisa dialihkan,” ungkapnya.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa profesi guru memiliki standar kompetensi yang tidak bisa ditawar. Karena itu, pengalihan ASN tetap harus mempertimbangkan kualifikasi dan kemampuan mengajar.
“Soal kualifikasi, tidak sembarang orang bisa jadi guru, mereka harus memenuhi kompetensi,” tegasnya.
Novan juga menyoroti bahwa jumlah tenaga pendidik yang direkrut setiap tahun belum mampu menutup kebutuhan riil di lapangan. Rekrutmen yang dilakukan sejauh ini cenderung hanya menggantikan guru yang memasuki masa pensiun.
“Sekitar 200 orang di rekrut, tapi itu masih kurang,” ujarnya.
Melihat kondisi tersebut, DPRD Samarinda mendorong pemerintah untuk lebih fokus pada peningkatan kualitas tenaga pendidik yang ada, sembari terus mengupayakan penambahan jumlah guru secara bertahap.
“Yang ada sekarang harus dimaksimalkan, terutama dari sisi kompetensi,” pungkasnya.



