SDN 011 Bontang Selatan Integrasikan Pendidikan Al-Qur’an dengan Pembiasaan Filantropi Sejak Usia Dini

sinarkaltim.id

Kegiatan mengaji siswa-siswi SDN 011 Bontang Selatan/(Istimewa)

BONTANG – SDN 011 Bontang Selatan menghadirkan pendekatan pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada kemampuan membaca Al-Qur’an, tetapi juga membangun kesadaran sosial melalui praktik berbagi sejak dini.

Melalui program tahsin dan tahfidz yang dijalankan secara rutin, sekolah ini menyisipkan nilai edukasi sosial berupa kebiasaan berinfak yang dilakukan oleh siswa secara mandiri dan berkelanjutan.

Kepala SDN 011 Bontang Selatan, Khoriyatin, menjelaskan bahwa setiap siswa diberikan celengan pribadi yang dibawa pulang ke rumah. Sistem ini dirancang agar proses berinfak menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari, bukan sekadar kegiatan insidental di sekolah.

Baca Juga  SDN 002 Bontang Selatan Konsisten Pertahankan Predikat Sekolah Ramah Anak Madya

“Celengan itu diisi secara sukarela oleh siswa di rumah, tanpa batasan jumlah. Setiap bulan dikumpulkan dan dijumlahkan bersama,” ujarnya, Rabu (15/4/2026).

Dana yang terkumpul dari seluruh siswa kemudian dimanfaatkan untuk mendukung keberlangsungan kegiatan tahsin dan tahfidz, khususnya dalam membantu honor guru ngaji yang terlibat dalam program tersebut.

Meski begitu, pihak sekolah menegaskan bahwa program ini tidak berdiri sendiri. Keterlibatan Lembaga Amil Zakat Baitul Maal Barakatul Ummah (LAZ BMBU) Kota Bontang turut membantu menutup kebutuhan yang tidak dapat dipenuhi sepenuhnya dari hasil infak siswa.

Baca Juga  Dorong Produktivitas Petani, Pemkab Kukar Perkuat Intervensi di Sektor Pertanian

Program yang dilaksanakan setiap Selasa dan Kamis pagi ini melibatkan siswa kelas 4 dan 5 yang dibagi ke dalam delapan kelompok belajar. Selain fokus pada peningkatan kemampuan membaca Al-Qur’an, kegiatan ini juga diarahkan untuk membangun karakter empati dan kepedulian sosial.

Khoriyatin menambahkan, pendekatan ini dipilih agar pendidikan agama tidak hanya berhenti pada aspek kognitif, tetapi juga menyentuh pembentukan sikap dan kebiasaan sosial anak.

Baca Juga  SMPN 9 Bontang Terima Penghargaan LPKRA Madya dari Kementerian PPPA

“Yang kami tekankan bukan pada besar kecilnya sumbangan, tetapi pada kebiasaan berbagi dan rasa peduli yang tumbuh dari diri anak-anak,” jelasnya.

Sejak diterapkan pada 2025, program ini mulai menunjukkan dampak positif dalam membentuk karakter siswa yang lebih peduli, disiplin, dan terbiasa dengan nilai-nilai keikhlasan dalam kehidupan sehari-hari.

تحميل...

Baca Juga

Bagikan:

Tinggalkan komentar