KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) terus memperkuat ketahanan pangan daerah dengan menggandeng petani lokal dan Kelompok Wanita Tani (KWT).
Langkah ini tidak hanya bertujuan meningkatkan produksi, tetapi juga menjaga harga komoditas strategis tetap stabil di pasaran.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah mendorong panen cabai dalam skala besar. Tahun ini, sebanyak 40 KWT yang tersebar di 12 kecamatan telah menerima bantuan anggaran sebesar Rp 2,6 miliar untuk meningkatkan hasil pertanian mereka.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) Kukar, Sutikno menyebutkan bahwa panen yang dilakukan para petani telah membantu mengendalikan inflasi di daerah tersebut.
“KWT kita sudah mulai panen cabai, dan sebagian lainnya sudah lebih dulu panen. Alhamdulillah, inflasi bisa ditekan dengan adanya panen ini,” kata Sutikno.
Harga cabai sempat melonjak hingga Rp 150 ribu per kilogram, namun kini turun menjadi Rp 75-90 ribu per kilogram berkat pasokan yang semakin melimpah.
Keberhasilan program ini mendorong Pemkab Kukar untuk meningkatkan alokasi anggaran menjadi Rp 5,8 miliar pada 2025. Dana tersebut akan disalurkan ke 150 KWT di berbagai kecamatan guna memperluas dampak program ketahanan pangan.
Selain memastikan peningkatan produksi, pemerintah juga memperketat jalur distribusi. Disketapang Kukar bekerja sama dengan pasar tradisional, koperasi tani, serta jaringan ritel modern agar hasil panen dapat langsung sampai ke konsumen tanpa campur tangan perantara yang dapat mempermainkan harga.
Tak hanya itu, pemerintah juga berencana memberikan bantuan tambahan berupa subsidi benih dan pupuk serta pendampingan teknis guna meningkatkan produktivitas pertanian di Kukar.
“Dengan berbagai langkah ini, diharapkan ketahanan pangan semakin kuat, inflasi terkendali,” pungkasnya.




