Samarinda — Tren olahraga lari terus menunjukkan peningkatan signifikan di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Aktivitas yang dahulu identik dengan olahraga ringan kini berkembang menjadi gaya hidup modern, khususnya di kalangan masyarakat urban dan generasi muda.
Berdasarkan data dari platform kebugaran global Garmin Connect, jumlah aktivitas lari di Indonesia mengalami lonjakan sepanjang 2024 hingga 2025. Pada awal 2024 tercatat sekitar 56 ribu aktivitas, kemudian meningkat tajam hingga lebih dari 142 ribu aktivitas pada akhir tahun. Tren ini berlanjut di tahun 2025, dengan lebih dari 242 ribu aktivitas tercatat hanya dalam satu bulan pada periode puncak.
Secara tahunan, total aktivitas lari di Indonesia mencapai lebih dari 5,6 juta sepanjang 2024. Angka ini menunjukkan bahwa olahraga lari semakin diminati sebagai pilihan utama masyarakat untuk menjaga kesehatan dan kebugaran.
Survei nasional juga menguatkan temuan tersebut. Sekitar 60 persen masyarakat Indonesia memilih jogging sebagai olahraga favorit, mengungguli jenis olahraga lain seperti bersepeda dan latihan kebugaran di pusat fitness.
Fenomena ini tidak terlepas dari peran komunitas lari yang berkembang pesat. Dalam beberapa tahun terakhir, jumlah komunitas lari di Indonesia meningkat signifikan, seiring dengan tingginya penggunaan aplikasi olahraga seperti Strava yang mendorong interaksi sosial antar pelari.
Selain itu, data global dari Strava menunjukkan bahwa generasi muda, khususnya Gen Z, memiliki kecenderungan lebih tinggi untuk mengikuti event lari dibandingkan generasi sebelumnya.
Hal ini menjadikan ajang lari seperti fun run hingga marathon sebagai bagian dari gaya hidup sekaligus sarana bersosialisasi.
Pertumbuhan tren ini juga berdampak pada meningkatnya jumlah event lari di berbagai daerah. Sepanjang 2025, ratusan event lari digelar di Indonesia, mulai dari skala lokal hingga nasional, dengan jumlah peserta yang terus meningkat setiap tahunnya.
Di sisi lain, tren lari turut mendorong pertumbuhan industri olahraga, khususnya penjualan sepatu dan perlengkapan lari. Rata-rata pelari Indonesia kini mampu menempuh jarak lebih dari 8 kilometer dalam satu sesi, menunjukkan peningkatan daya tahan dan konsistensi dalam berolahraga.
Pengamat gaya hidup sehat menilai bahwa tren ini merupakan sinyal positif bagi masyarakat. Selain meningkatkan kebugaran fisik, aktivitas lari juga berkontribusi terhadap kesehatan mental dan kualitas hidup secara keseluruhan.
Dengan tren yang terus meningkat, olahraga lari diprediksi akan tetap menjadi salah satu gaya hidup utama masyarakat Indonesia dalam beberapa tahun ke depan.




