BONTANG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang memasang target ambisius dalam upaya pemerataan pendidikan, yakni setiap keluarga miskin memiliki minimal dua lulusan sarjana. Target ini didorong melalui program beasiswa dan pendidikan gratis yang terus diperluas.
Kebijakan tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang pemerintah daerah dalam memutus rantai kemiskinan melalui sektor pendidikan. Tidak hanya menyasar pelajar, program beasiswa juga diberikan kepada berbagai kalangan, mulai dari tenaga kesehatan, guru, dosen, hingga aparatur sipil negara (ASN).
Kepala Disdikbud Bontang menegaskan bahwa akses pendidikan harus terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat, terutama mereka yang terkendala faktor ekonomi.
“Program ini membuka akses pendidikan seluas-luasnya bagi masyarakat kurang mampu,” ujarnya, Jumat (17/04/2026).
Selain beasiswa, Disdikbud juga menghadirkan program pendidikan gratis khusus bagi warga miskin sebagai bentuk dukungan nyata agar mereka tetap dapat mengenyam pendidikan tanpa terbebani biaya.
Menurutnya, pendidikan memiliki peran strategis dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat dan menciptakan perubahan sosial yang berkelanjutan.
“Kami ingin memastikan tidak ada lagi warga yang terhambat pendidikan hanya karena keterbatasan biaya,” tambahnya.
Dengan program ini, Disdikbud Bontang optimistis mampu mendorong lahirnya generasi muda yang lebih berdaya saing sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.
“Melalui beasiswa ini, kami ingin memastikan generasi muda Bontang bisa meraih pendidikan tinggi,” pungkasnya.




