Pemkab Kukar Petakan Potensi Lokal untuk Kembangkan Produk dan Industri di 20 Kecamatan

sinarkaltim.id

Kepala DPMD Kukar, Arianto.
Kepala DPMD Kukar, Arianto.

Sinarkaltim.id, KUTAI KARTANEGARA — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) mendorong pengembangan potensi ekonomi lokal melalui pemetaan produk unggulan desa dan industri berbasis potensi wilayah di tingkat kecamatan.

Langkah tersebut dilakukan melalui konsep One Village One Product (OVOP) dan One District One Industry (ODOI), yang ditargetkan mencakup seluruh 20 kecamatan di Kabupaten Kukar.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar Arianto mengatakan, konsep ODOI dikembangkan sebagai bagian dari gagasan OVOP yang disampaikan Bupati Kukar. Melalui ODOI, setiap kecamatan diarahkan memiliki industri yang dikembangkan berdasarkan potensi wilayah masing-masing.

Baca Juga  Jelang Idulfitri, Kukar Genjot Produksi Cabai untuk Kendalikan Inflasi

“Memang Pak Bupati kan selalu menyampaikan ada program One Village One Product. Jadi ini disambut oleh teman-teman kecamatan, ada One District One Industry, artinya setiap kecamatan ada satu industri,” ujar Arianto.

Sebagai tahap awal, pengembangan ODOI akan dilakukan di Kecamatan Kembang Janggut. Pelaksanaannya akan dikolaborasikan dengan koperasi dan pelaku UMKM yang berada di wilayah tersebut.

“Kebetulan untuk kegiatan itu nanti dikolaborasikan dengan koperasi yang ada di wilayah Kembang Janggut. Ada UMKM di sana, nanti leading sectornya untuk mengawal itu teman-teman dari koperasi,” jelasnya.

Di tingkat desa, Pemkab Kukar melalui DPMD mendorong pemerintah desa bersama UMKM dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) mengidentifikasi produk yang memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi unggulan daerah.

Baca Juga  Celni Pita Sari: Pesta Pedas Puas Bukti UMKM Samarinda Tetap Tangguh

Pengembangan tersebut diarahkan tidak hanya pada pemanfaatan potensi yang sudah tersedia, tetapi juga pada peningkatan nilai ekonomi sehingga produk dapat berkembang menjadi kegiatan usaha masyarakat.

“Kalau kami kan bagaimana mendorong pemerintah desa di setiap desa itu bersama dengan UMKM yang mereka miliki, BUMDes yang mereka miliki, itu memiliki produk-produk unggulan mereka yang nanti kita bisa sama-sama dorong untuk bisa menjadi unggulan,” ungkapnya.

Baca Juga  Tak Hanya Jualan, UMKM Corner FKP Kukar Jadi 'Laboratorium' Bisnis Nyata bagi Pemuda Tenggarong

Arianto mengatakan, penerapan OVOP dan ODOI selanjutnya akan diperluas ke seluruh wilayah Kukar. Sasaran program mencakup 20 kecamatan, 193 desa dan 44 kelurahan.

“Ini nanti akan dilaksanakan di 20 kecamatan dan 193 desa dengan 44 kelurahan, kita akan dorong,” ungkapnya.

Dalam pelaksanaannya, pengembangan potensi lokal melibatkan pemerintah desa, UMKM, BUMDes, koperasi serta unsur ekonomi lainnya di masing-masing wilayah.

Melalui pendekatan tersebut, Pemkab Kukar mendorong agar potensi yang dimiliki setiap wilayah dapat diidentifikasi, dikembangkan menjadi produk maupun kegiatan industri, serta memiliki nilai tambah bagi perekonomian masyarakat. (Adv/kr)

تحميل...

Baca Juga

Bagikan:

Tinggalkan komentar