Bontang — Upaya menumbuhkan budaya literasi dilakukan SMP Negeri 3 Bontang dengan cara yang lebih sistematis. Sekolah ini menetapkan kegiatan membaca sebagai rutinitas harian melalui program Gerakan Membaca Rutin (Gemar) yang sudah terintegrasi dalam jadwal siswa.
Berbeda dari kegiatan tambahan, program ini ditempatkan sebagai bagian dari aktivitas belajar. Seluruh siswa, mulai kelas 7 hingga kelas 9, dijadwalkan masuk ke perpustakaan secara bergiliran sesuai waktu yang telah ditentukan.
Kepala SMP Negeri 3 Bontang, Mukono, menjelaskan skema ini dirancang agar semua kelas mendapat kesempatan yang sama untuk memanfaatkan fasilitas perpustakaan sekaligus membangun kebiasaan membaca.
“Setiap kelas punya jadwal sendiri. Mereka masuk perpustakaan bergiliran, jadi semua kebagian waktu,” ujarnya, Senin (6/4/2026).
Dalam pelaksanaannya, tiap kelas memperoleh durasi sekitar 40 menit untuk membaca. Pengaturan waktu dibuat rapi agar tidak berbenturan dengan mata pelajaran utama.
Sekolah juga memastikan program ini tidak mengurangi jam belajar. Sebaliknya, Gemar ditempatkan pada slot khusus yang memang disiapkan untuk aktivitas literasi.
Dengan pola tersebut, sekolah berharap kegiatan membaca tidak lagi menjadi aktivitas insidental, melainkan kebiasaan yang melekat dalam keseharian siswa.




