BONTANG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang menekankan pentingnya edukasi berlalu lintas bagi pelajar sebagai bagian dari pembentukan karakter disiplin sejak dini. Salah satu langkah yang dilakukan adalah mengimbau siswa SMP untuk tidak menggunakan kendaraan bermotor ke sekolah.
Imbauan ini dipandang sebagai upaya menanamkan pemahaman kepada siswa bahwa berkendara bukan hanya soal kemampuan, tetapi juga terkait aturan usia dan keselamatan.
Kepala Disdikbud Bontang, Abdu Safa Muha, menyebut bahwa pelajar perlu dibekali kesadaran hukum agar tidak terbiasa melanggar aturan sejak usia muda.
“Anak-anak perlu diedukasi bahwa ada aturan yang harus dipatuhi, termasuk batas usia berkendara. Ini bagian dari pembelajaran karakter,” ujarnya, Jumat (17/04/2026).
Ia menilai, jika kebiasaan melanggar aturan dibiarkan sejak dini, hal tersebut dapat terbawa hingga dewasa. Karena itu, sekolah diharapkan turut aktif memberikan pemahaman kepada siswa terkait keselamatan dan etika di jalan raya.
Selain itu, dukungan orang tua juga dinilai sangat penting dalam membentuk kebiasaan tersebut. Orang tua diminta tidak memfasilitasi anak membawa motor, melainkan mengarahkan pada विकल्प transportasi yang lebih aman.
“Kalau sejak kecil sudah dibiasakan tertib, ke depan mereka akan lebih sadar dan bertanggung jawab,” tambahnya.
Melalui imbauan ini, Disdikbud berharap tercipta generasi pelajar yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kesadaran hukum dan disiplin dalam kehidupan sehari-hari.
“Ini bagian dari proses mendidik, bukan sekadar melarang,” pungkasnya.




