BONTANG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang mulai menggeser paradigma pemanfaatan Perpustakaan Daerah, dari sekadar tempat membaca menjadi pusat aktivitas belajar yang lebih interaktif bagi pelajar.
Kepala Disdikbud Bontang, Abdu Safa Muha, menilai fasilitas yang dimiliki Perpustakaan Daerah selama ini belum dimanfaatkan secara optimal oleh sekolah-sekolah. Padahal, menurutnya, ruang tersebut dapat menjadi alternatif pembelajaran di luar kelas yang lebih variatif.
“Perpustakaan Daerah bukan hanya tempat menyimpan dan membaca buku, tapi juga bisa menjadi ruang belajar yang hidup bagi siswa,” ujarnya, Sabtu (18/04/2026).
Ia menyebutkan, fasilitas seperti ruang diskusi, teater mini, hingga bioskop edukasi dapat dimaksimalkan untuk mendukung metode pembelajaran berbasis pengalaman langsung (experiential learning). Dengan cara itu, siswa tidak hanya menerima materi secara teori, tetapi juga melalui visualisasi dan praktik.
Abdu Safa Muha menambahkan, tantangan pendidikan saat ini bukan lagi pada ketersediaan fasilitas, melainkan pada inovasi dalam pemanfaatannya. Karena itu, pihaknya mendorong sekolah untuk lebih kreatif dalam mengintegrasikan Perpustakaan Daerah ke dalam kegiatan belajar mengajar.
“Kita sudah cukup kuat dari sisi fasilitas dan dukungan pemerintah. Sekarang saatnya bagaimana kita meningkatkan kualitas proses belajar itu sendiri,” pungkasnya.
Langkah ini diharapkan dapat memperkuat budaya literasi sekaligus membuat siswa lebih dekat dengan sumber-sumber pengetahuan di luar ruang kelas formal.




