Disdikbud Bontang Antisipasi Lunturnya Budaya Lokal di Era Digital

sinarkaltim.id

Disdikbud mendorong sekolah untuk mengambil peran aktif dalam mengenalkan sejarah dan budaya daerah kepada siswa sejak dini/(Istimewa)

BONTANG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang menyoroti pentingnya upaya pelestarian budaya lokal di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi digital.

Melalui dunia pendidikan, Disdikbud mendorong sekolah untuk mengambil peran aktif dalam mengenalkan sejarah dan budaya daerah kepada siswa sejak dini.

Kepala Disdikbud Bontang, Abdu Safa Muha, mengatakan bahwa generasi saat ini cenderung lebih dekat dengan budaya luar, sehingga perlu adanya penguatan identitas lokal melalui pembelajaran di sekolah.

Baca Juga  Durasi Belajar Jadi Tantangan, Minat Lansia Ikut Pendidikan Kesetaraan di Bontang Tetap Tinggi

“Kalau tidak dikenalkan sejak dini, dikhawatirkan anak-anak kita justru lebih mengenal budaya luar dibanding budaya sendiri,” ujarnya, Jumat (17/04/2026).

Ia menyebutkan, Bontang memiliki kekayaan budaya yang tidak kalah menarik, seperti tradisi di Kutai dan Bontang Kuala yang masih terus dijaga hingga saat ini.

Budaya seperti Erau dan Pesta Laut dinilai memiliki nilai edukatif yang bisa menjadi bagian dari pembelajaran, sekaligus menumbuhkan rasa bangga terhadap daerah.

Baca Juga  Media Didorong Jadi Mitra Strategis dalam Komunikasi Publik Pemkab Kukar

Sebagai langkah konkret, sekolah didorong untuk menggelar berbagai kegiatan berbasis budaya, mulai dari pentas seni hingga menghadirkan tokoh budaya sebagai bagian dari proses belajar.

Dengan pendekatan tersebut, Disdikbud berharap generasi muda tidak hanya mengikuti perkembangan zaman, tetapi juga tetap memiliki akar budaya yang kuat.

“Pelestarian budaya harus berjalan seiring dengan kemajuan teknologi,” pungkasnya.

Baca Juga  Tak Lagi Tunggu 3 Bulan, Insentif Guru di Bontang Diupayakan Cair Setiap Bulan
تحميل...

Baca Juga

Bagikan:

Tinggalkan komentar