BONTANG – SDN 009 Bontang Selatan menghadirkan pendekatan berbeda dalam program Adiwiyata. Tak hanya fokus pada penghijauan, sekolah ini mengajarkan siswa memahami siklus pangan secara utuh—mulai dari menanam, mengolah, hingga mengonsumsi hasilnya sendiri.
Salah satu inovasi yang dikembangkan adalah produk “mie hijau” yang dibuat dari sayuran hasil kebun sekolah. Program ini menjadi bagian dari upaya menuju penilaian Adiwiyata tingkat nasional.
Admin Adiwiyata SDN 009 Bontang Selatan, Dewi Purbosari, menjelaskan bahwa inovasi tersebut bukan sekadar produk, tetapi sarana edukasi berbasis praktik langsung.
“Mie hijau ini berasal dari sayur yang ditanam sendiri oleh anak-anak. Jadi mereka tidak hanya menanam, tapi juga melihat bagaimana hasilnya bisa diolah dan dikonsumsi,” ujarnya, Selasa (14/04/2026).
Menurutnya, pendekatan ini memberi pengalaman nyata kepada siswa tentang pentingnya ketahanan pangan dan pemanfaatan sumber daya secara berkelanjutan.
“Anak-anak jadi paham prosesnya dari awal sampai akhir. Ini bukan hanya soal lingkungan, tapi juga membentuk pola pikir mandiri dan produktif,” jelasnya.
Selain pengembangan produk, sekolah juga memperkuat aspek lingkungan lainnya seperti penghijauan serta penataan visual sekolah dengan media edukatif yang mengandung pesan pelestarian alam.
Saat ini, seluruh program masih dalam tahap pematangan sebelum diajukan untuk penilaian tingkat nasional.
“Masih tahap persiapan, jadi kami terus menyempurnakan konsep dan pelaksanaannya agar lebih maksimal,” tambahnya.
SDN 009 Bontang Selatan menargetkan seluruh kesiapan rampung pada Agustus mendatang. Dengan konsep yang mengintegrasikan edukasi lingkungan dan praktik kehidupan sehari-hari, sekolah ini optimistis mampu bersaing di tingkat nasional.




