KUTAI KARTANEGARA — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menyelaraskan sejumlah program bantuan pendidikan sebagai dasar penyusunan usulan beasiswa bagi peserta didik jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) pada 2027. Langkah ini dilakukan untuk memetakan sasaran bantuan sekaligus mencegah penerima ganda.
Kepala Disdikbud Kukar, Heriansyah, mengatakan skema beasiswa tersebut masih dalam tahap perencanaan. Penentuan sasaran nantinya akan mempertimbangkan kondisi ekonomi keluarga serta kelayakan satuan pendidikan berdasarkan kriteria yang ditetapkan.
“Basisnya nanti bukan hanya orang yang tidak mampu, tetapi juga sekolah. Jadi, sekolah-sekolah yang memang berhak menerima bantuan akan menjadi pertimbangan dalam skema beasiswa ini,” ujar Heriansyah, Jumat (16/10/2026).
Dalam penyusunan skema tersebut, Disdikbud Kukar memetakan sejumlah program bantuan yang telah tersedia, di antaranya Kartu Indonesia Pintar (KIP), program Gratispol dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), serta Beasiswa Kukar Idaman Terbaik.
Pemetaan ini diperlukan agar usulan bantuan dari pemerintah kabupaten dapat melengkapi program yang sudah berjalan. Dengan demikian, penentuan penerima dapat mempertimbangkan bantuan yang telah diterima sehingga penyalurannya lebih tepat sasaran.
“Jangan sampai terjadi duplikasi penerima. Nanti semuanya akan kami distribusikan,” ucapnya.
Selain melalui program beasiswa, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar selama ini memberikan dukungan pendidikan berupa bantuan seragam dan buku sekolah serta penyediaan fasilitas penunjang pembelajaran.
Rencana beasiswa 2027 diharapkan dapat memperluas dukungan tersebut melalui pemetaan kebutuhan peserta didik dan satuan pendidikan. Namun, pelaksanaannya masih bergantung pada proses penganggaran dan pematangan skema yang disiapkan Disdikbud Kukar.
Hingga kini, Disdikbud Kukar belum menetapkan besaran bantuan, kriteria final penerima, maupun mekanisme penyaluran. Seluruh ketentuan tersebut masih perlu dirumuskan sebelum program dapat direalisasikan.
Melalui sinkronisasi berbagai program bantuan, Disdikbud Kukar berupaya menyusun usulan beasiswa dengan sasaran yang lebih terarah. Langkah ini diharapkan membantu pemerintah daerah mengalokasikan dukungan pendidikan sesuai kebutuhan dan mengurangi potensi tumpang tindih bantuan pada 2027. (Adv/kr)



