KUTAI KARTANEGARA — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menyiapkan tambahan anggaran untuk program seragam sekolah gratis guna membantu siswa yang kehilangan perlengkapan belajar akibat kebakaran. Bantuan akan diupayakan melalui program yang telah berjalan, tanpa membentuk program anggaran baru secara terpisah.
Sekretaris Disdikbud Kukar, Pujianto, mengatakan penyaluran bantuan bagi siswa terdampak kebakaran masih menunggu penyelesaian pendataan dan verifikasi. Tahapan ini diperlukan untuk memastikan jumlah penerima serta perlengkapan sekolah yang dibutuhkan.
“Kalau di Muara Muntai kemarin ada 12 paket, satu paket untuk satu orang,” ungkap Pujianto, Kamis (15/10/2026).
Sebelumnya, Disdikbud Kukar telah menyalurkan bantuan kepada 12 siswa korban kebakaran di Kecamatan Muara Muntai. Sementara itu, bantuan bagi siswa yang terdampak kebakaran di Jalan Danau Aji, Kelurahan Melayu, Kecamatan Tenggarong, masih dalam tahap persiapan.
Hingga kini, jumlah paket yang akan diberikan kepada siswa terdampak di Tenggarong belum ditetapkan. Penentuan jumlah bantuan akan mengacu pada hasil pendataan di lapangan agar sesuai dengan kebutuhan masing-masing siswa.
Untuk memastikan data penerima, Disdikbud berkoordinasi dengan pihak sekolah, pengurus RT, pemerintah kecamatan dan kelurahan, serta unsur terkait lainnya. Pendataan tersebut mencakup identitas calon penerima dan kebutuhan perlengkapan sekolah yang hilang akibat kebakaran.
Melalui mekanisme ini, bantuan diharapkan dapat menjangkau siswa yang benar-benar membutuhkan penggantian seragam maupun perlengkapan belajar. Penambahan anggaran pada program yang sudah tersedia juga menjadi langkah untuk menyesuaikan kebutuhan bantuan tanpa harus membentuk program baru.
Meski demikian, jadwal penyaluran bantuan bagi siswa korban kebakaran di Tenggarong belum ditetapkan. Disdikbud Kukar masih menyelesaikan pendataan dan koordinasi sebelum memastikan jumlah paket serta waktu distribusinya.
“Untuk waktu penyalurannya yang lain-lain, kita masih menyesuaikan dengan proses pendataan dan koordinasi yang sedang berjalan,” jelas Pujianto.
Disdikbud Kukar berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban keluarga terdampak sekaligus membantu siswa kembali memenuhi kebutuhan sekolahnya setelah mengalami musibah kebakaran. (Adv/kr)



