Anak dengan Berat Badan Tak Naik Jadi Perhatian, Pemkab Kukar Terus Salurkan Gizi Tambahan

sinarkaltim.id

Bupati Kukar, Edi Damansyah (istimewa)
Bupati Kukar, Edi Damansyah (istimewa)

KUTAI KARTANEGARA – Anak-anak dengan berat badan stagnan dan gizi kurang masih banyak ditemukan di berbagai wilayah Kutai Kartanegara (Kukar).

Meski tidak masuk kategori stunting, kondisi ini tetap membawa dampak besar terhadap masa depan mereka.

Menjawab tantangan ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar terus menjalankan program pemberian makanan tambahan sebagai bentuk intervensi gizi.

Baca Juga  Pemkab Kukar Sampaikan LKPJ 2024, Realisasi PAD Capai Rp12,7 Triliun

“Program ini tetap menjadi prioritas. Pemberian makanan tambahan tetap dilaksanakan untuk menjaga anak-anak yang berpotensi mengalami masalah gizi,” jelas Bupati Kukar, Edi Damansyah.

Ia mengakui bahwa angka penurunan stunting belum begitu signifikan. Namun, hal ini bukan disebabkan oleh kurangnya upaya, melainkan karena jumlah kasus stunting di Kukar memang relatif kecil.

Baca Juga  "Kukar Tegaskan Komitmen Kesejahteraan Pekerja di May Day 2025"

Yang lebih mengkhawatirkan justru anak-anak yang berat badannya tidak bertambah atau mengalami kekurangan gizi.

“Jadi, bukan berarti penurunannya kecil sekali karena memang jumlah anak stunting tidak banyak. Yang lebih banyak itu anak-anak dengan berat badan tidak naik, berat badan tidak bertambah, dan gizi kurang,” tambahnya.

Melalui pendekatan yang lebih menyeluruh, Pemkab Kukar berharap bisa menjangkau lebih banyak anak dan memastikan mereka tumbuh sehat dan optimal.

Baca Juga  DKP Kukar Gandeng Lintas Sektor dan Inovasi Kuliner untuk Sukseskan Gemarikan

تحميل...

Baca Juga

Bagikan:

Tinggalkan komentar