DPK GMNI FISIP UNMUL Gelar Marhaenologis, Bahas Teori Fakta Sosial dan Realitas Masyarakat Tertindas

sinarkaltim.id

Bung Anas (Kiri) Pemateri Marhaenologis dan Bung Rasya (Kanan) Moderator Diskusi

SAMARINDA – Dewan Pengurus Komisariat (DPK) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) FISIP Universitas Mulawarman (UNMUL) menggelar forum diskusi bertajuk Marhaenologis di Taman Mulawarman, Universitas Mulawarman, Jumat (6/11/2026). Kegiatan ini menjadi ruang edukasi dan pertukaran gagasan bagi mahasiswa serta masyarakat umum dalam memahami realitas sosial melalui perspektif teori dan ideologi Marhaenisme.

Pada pertemuan kali ini, diskusi mengangkat teori Fakta Sosial yang digagas oleh sosiolog Prancis, Émile Durkheim. Teori tersebut dikaitkan dengan pembacaan terhadap realitas kehidupan masyarakat bawah atau kelompok yang mengalami penindasan.

Materi disampaikan oleh Bung Anas, kader DPK GMNI FISIP UNMUL, dengan Bung Rasya bertindak sebagai moderator. Dalam pemaparannya, pembahasan Fakta Sosial berfokus pada tiga karakteristik utama, yakni eksternalitas, daya paksa, dan generalitas.

Baca Juga  Karena apa orang dapat bebas dari hukuman? Karena sebuah “tittle”

Eksternalitas menjelaskan bahwa fakta sosial berada di luar individu dan tidak sepenuhnya berada dalam kendali maupun kehendaknya. Sementara itu, daya paksa menggambarkan kekuatan fakta sosial yang memengaruhi, bahkan membatasi perilaku individu dalam kehidupan bermasyarakat. Adapun generalitas menunjukkan bahwa fakta sosial berlaku secara luas dan ditemukan dalam kehidupan kolektif masyarakat.

Ketiga karakteristik tersebut kemudian menjadi landasan diskusi untuk membaca berbagai realitas sosial yang dialami masyarakat tertindas. Dalam forum ini, pemikiran Fakta Sosial dipertemukan dengan Marhaenisme sebagai ideologi perjuangan dan pembebasan kaum Marhaen.

Berbeda dengan forum satu arah, Marhaenologis menggunakan format diskusi terbuka yang memberikan kesempatan kepada setiap peserta untuk menyampaikan pandangan, pertanyaan, serta analisis terhadap materi yang dibahas. Antusiasme peserta terlihat dari aktifnya interaksi dan pertukaran pendapat sepanjang kegiatan berlangsung.

Baca Juga  UKM - KPM FISIP Unmul Hadirkan Ruang Refleksi Emosional Remaja Melalui Sosiodrama.

Melalui diskusi tersebut, peserta diajak memahami bagaimana suatu teori dapat digunakan sebagai instrumen untuk membaca kondisi sosial, mengenali berbagai bentuk penindasan, serta merumuskan sikap dan tindakan dalam menghadapi realitas tersebut.

DPK GMNI FISIP UNMUL menilai bahwa seorang Marhaenis tidak cukup hanya memiliki kecakapan dalam bidang praktis maupun taktis perjuangan, tetapi juga harus memiliki penguasaan teoritis. Keduanya menjadi bekal penting agar kader mampu memahami persoalan masyarakat secara lebih mendalam dan menentukan arah gerakan yang terorganisir.

Selain menjadi ruang pengembangan kapasitas kader, forum ini juga sengaja dibuka untuk umum sebagai upaya menghapus eksklusivisme intelektual. DPK GMNI FISIP UNMUL berpandangan bahwa ilmu pengetahuan tidak seharusnya hanya berputar di lingkungan organisasi, melainkan perlu disebarluaskan kepada masyarakat luas sebagai bagian dari upaya pencerdasan kolektif.

Baca Juga  “Di Balik Pernyataan: Spekulasi dan Kontradiksi, Unmul dibawah bayang kekuasaan"

Marhaenologis juga diharapkan menjadi ruang aktualisasi nilai-nilai Tridharma Perguruan Tinggi, yakni pendidikan dan pengajaran, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat. Hal tersebut diwujudkan melalui penyampaian materi, pengkajian persoalan sosial, dan penyebarluasan pengetahuan kepada masyarakat.

Ke depan, Marhaenologis akan dilaksanakan secara rutin setiap Jumat sebagai program kerja mingguan DPK GMNI FISIP UNMUL. Forum ini akan mengangkat berbagai kajian sosiologis dan teori sosial yang dihubungkan dengan pembacaan realitas kehidupan masyarakat tertindas.

Melalui Marhaenologis, DPK GMNI FISIP UNMUL berharap lahir ruang intelektual yang inklusif, terbuka, dan kritis. Sebuah ruang yang tidak hanya memperkaya pengetahuan, tetapi juga membangun kesadaran sosial sebagai landasan perjuangan untuk membela kepentingan kaum Marhaen.

تحميل...

Baca Juga

Bagikan:

Tinggalkan komentar