Disketapang Kukar Siapkan Perluasan Sorgum dan Jelai Bersama KWT

sinarkaltim.id

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kukar, Ananias.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kukar, Ananias.

KUTAI KARTANEGARA — Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menyiapkan perluasan budidaya sorgum dan jelai bersama kelompok wanita tani (KWT) di 20 kawasan untuk menambah pilihan sumber karbohidrat selain beras. Pengembangan ini diarahkan tidak hanya pada penanaman, tetapi juga pengolahan hingga pemasaran hasil panen.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) Kukar, Ananias, mengatakan rencana tersebut menjadi bagian dari upaya diversifikasi pangan melalui program Stop Boros Pangan dan kampanye “Kenyang Tidak Harus Nasi”.

Menurutnya, kemandirian pangan perlu didukung dengan pemanfaatan beragam sumber pangan lokal sehingga konsumsi masyarakat tidak hanya bergantung pada beras.

“Kalau kita mau mandiri pangan, kita tidak boleh hanya tergantung kepada beras. Kita harus melakukan penganekaragaman. Salah satunya melalui diversifikasi pangan dengan memberdayakan pangan-pangan lokal kita,” ujarnya, Senin (12/10/2026).

Baca Juga  Generasi Muda Jadi Target Utama, Disdikbud Kukar Digitalisasi Informasi Cagar Budaya

Sebelum diperluas bersama KWT di 20 kawasan, pengembangan sorgum dan jelai direncanakan dimulai di dua kawasan Pengembangan Ketahanan Pangan (KPT), yakni Desa Sumber Sari dan Karang Tunggal. Tahap awal ini menjadi bagian dari rencana pengembangan kedua komoditas tersebut di Kukar.

Disketapang juga merancang pengembangan secara berkelanjutan, mulai dari budidaya, panen, pengemasan, hingga pemasaran. Dengan pendekatan tersebut, hasil pertanian diharapkan tidak berhenti sebagai bahan mentah, tetapi berpeluang diolah menjadi produk pangan bernilai tambah.

Ananias menjelaskan, jelai telah dikenal masyarakat Kutai, khususnya masyarakat Dayak. Sementara sorgum yang berasal dari luar daerah dinilai berpotensi dibudidayakan di Kukar dengan tetap mempertimbangkan kesesuaian kondisi tanah dan iklim.

Baca Juga  Sekolah Rusak Jadi Prioritas, 17 SD di Bontang Masuk Daftar Revitalisasi

Kedua komoditas tersebut juga telah dimasukkan dalam Rencana Strategis Disketapang Kukar periode 2025–2029. Pengembangannya diharapkan memperluas ketersediaan bahan pangan alternatif yang dapat diolah dan dikonsumsi masyarakat.

Salah satu upaya memperkenalkan sorgum ialah melalui cara pengolahan yang menyerupai nasi. Ananias menyebut sorgum putih dapat dimasak menggunakan peralatan rumah tangga setelah melalui proses perendaman.

“Kalau sorgum putih, cara memasaknya cukup mudah. Direndam satu malam, kemudian dimasukkan ke magic com, sudah bisa menjadi nasi,” jelasnya.

Selain bijinya yang dapat diolah menjadi bahan pangan, batang sorgum juga berpotensi menghasilkan cairan manis yang dapat diproses lebih lanjut. Potensi pemanfaatan berbagai bagian tanaman tersebut membuka peluang pengembangan produk selain pangan pokok.

Dari sisi budidaya, sorgum dan jelai tidak selalu memerlukan kondisi lahan dan pengairan yang sama dengan tanaman padi. Meski demikian, pemilihan lokasi serta penerapan teknik budidaya tetap perlu disesuaikan dengan karakteristik masing-masing komoditas.

Baca Juga  101 Kendaraan Rusak Berat di Kukar Masuk Tahap Pengajuan Lelang

Rencana perluasan bersama KWT di 20 kawasan menjadi salah satu langkah yang disiapkan Disketapang Kukar untuk memperkenalkan kedua tanaman tersebut kepada masyarakat. Keberlanjutan program nantinya turut bergantung pada kesesuaian lahan, keberhasilan budidaya, kemampuan pengolahan, dan peluang pemasaran hasil panen.

Melalui diversifikasi pangan ini, Disketapang Kukar berupaya mendorong masyarakat memanfaatkan lebih banyak sumber karbohidrat lokal sekaligus membuka peluang kegiatan ekonomi berbasis pertanian.

Upaya tersebut diharapkan dapat mendukung kemandirian pangan daerah dan mengurangi ketergantungan pada satu sumber pangan pokok. (Adv/kr)

تحميل...

Baca Juga

Bagikan:

Topik

Tinggalkan komentar