Kemarau Panjang Picu Longsor, DPRD Samarinda Minta Kewaspadaan Ditingkatkan

sinarkaltim.id

Kondisi Longsor di Samarida (ist)

Samarinda – DPRD Kota Samarinda mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi longsor setelah musim kemarau panjang berakhir. Hujan dengan intensitas tinggi yang turun secara tiba-tiba setelah kondisi tanah lama kering dinilai dapat meningkatkan risiko terjadinya longsor di sejumlah wilayah.

Wakil Ketua III DPRD Kota Samarinda, Celni Pita Sari, mengatakan masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan ketika hujan mulai turun setelah periode kemarau. Ia berharap curah hujan terjadi secara bertahap sehingga kondisi tanah dapat beradaptasi dengan perubahan cuaca.

Baca Juga  Dispora Kaltim Pastikan Kebugaran Atlet Muda di Kejuaraan Piala Gubernur 2024

“Kita berharap hujannya turun secara bertahap. Jangan sampai setelah lama kering kemudian langsung hujan deras, karena ada kemungkinan terjadi longsor,” tutur Celni, Kamis (3/9/2026).

Menurutnya, kondisi lingkungan setelah kemarau perlu menjadi perhatian bersama, khususnya di kawasan yang memiliki kontur tanah dan tingkat kemiringan tertentu. Pemerintah bersama masyarakat juga perlu melakukan langkah antisipasi untuk meminimalkan dampak yang dapat ditimbulkan akibat perubahan cuaca.

Selain mengantisipasi longsor, Celni mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran secara sembarangan selama musim kemarau. Kondisi lahan yang kering membuat api lebih mudah menyebar dan berpotensi memicu kebakaran yang lebih luas.

Baca Juga  Aulia Rahman Soroti Kinerja Perusda, Tegaskan Komitmen Benahi PAD Kukar

“Kalau kondisi lahan kering, api akan cepat membesar dan merambat. Karena itu, jangan melakukan pembakaran secara sembarangan selama kemarau,” tegasnya.

Ia menilai pencegahan kebakaran tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan masyarakat. Pengawasan di lapangan juga perlu diperkuat dengan melibatkan berbagai unsur, termasuk relawan dan kelompok masyarakat.

Celni menegaskan keterbatasan pemerintah dalam memantau seluruh wilayah Samarinda secara bersamaan membuat kolaborasi menjadi bagian penting dalam menghadapi potensi bencana.

Baca Juga  Pelaku UMKM Kukar Raih Sertifikat Halal, Bukti Komitmen untuk Naik Kelas dan Tembus Pasar Global

“Kita tidak mungkin memantau seluruh wilayah kota secara bersamaan. Karena itu, kolaborasi antarpihak sangat penting, termasuk dengan masyarakat dan relawan,” tutupnya.

Ia berharap kewaspadaan dan koordinasi dapat ditingkatkan agar potensi longsor maupun kebakaran lahan dapat dicegah sejak dini. (Adv/ DPRD Samarinda)

تحميل...

Baca Juga

Bagikan:

Topik

Tinggalkan komentar